Jurnal Indonesia — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengunjungi SMA 1 Sumbar di Kota Padang Panjang untuk meninjau langsung program perbaikan sekolah yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Andre menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah telah dirasakan manfaatnya di Sumatera Barat, mencakup ratusan satuan pendidikan.
Dalam kunjungannya, Andre disambut oleh Kepala SMA 1 Sumbar Surya Netti beserta jajaran guru dan siswa. Ia berdialog mengenai kondisi sekolah dan kebutuhan pendidikan, serta menyerahkan bantuan bagi siswa yang akan berlaga di Olimpiade Mata Pelajaran tingkat Nasional di Malang, Jawa Timur.
Andre menyoroti program pemerintah pusat dalam memperbaiki sekolah-sekolah di Indonesia, mengutip pidato Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR yang menyebutkan sekitar 77.000 sekolah telah diperbaiki. “Ini bukti bahwa 77.000 sekolah yang disampaikan Pak Prabowo dalam sidang MPR itu bukan omong-omong. Sumatera Barat sudah dapat dua gelombang,” ujar Andre, Sabtu (22/8/2026).
Ia menilai program ini menunjukkan perhatian Prabowo terhadap sarana pendidikan di Sumbar, yang penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Andre menjelaskan bahwa mekanisme swakelola memungkinkan sekolah mengelola langsung anggaran perbaikan fasilitas sesuai kebutuhan. “Pemerintah pusat melalui Dikdasmen mengirimkan anggaran ke sekolah-sekolah yang melakukan perbaikan secara swakelola,” tuturnya.
Namun, Andre menekankan bahwa penguatan pendidikan tidak cukup hanya pada perbaikan fisik. Fasilitas pembelajaran dan dukungan teknologi juga krusial. Menanggapi kebutuhan tersebut, Andre langsung menyatakan kesediaan membantu pengadaan 36 unit komputer untuk satu kelas laboratorium. “Sudah, satu kelas saya bantu. 36 komputer,” katanya.
Terkait kendala internet, Andre meminta agar kebutuhan penguatan sinyal dikoordinasikan dengan Telkomsel. “Kalau butuh penguat sinyal, kita koordinasikan. Itu gampang,” ujarnya. Ia menyatakan siap mengawal aspirasi ini dengan menghubungi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Mendikdasmen), meminta pihak sekolah menyiapkan surat resmi dan dokumen pendukung. “Memang Sumbar dijanjikan SMA Garuda. Biar saya ingatkan lagi. Ibu siapkan surat dari sekolah, nanti saya temui menteri,” tambahnya.
Andre menegaskan kunjungannya bertujuan memastikan program pemerintah pusat memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan siswa di daerah. Ia berharap perbaikan sekolah dan penguatan fasilitas dapat mendukung lahirnya siswa-siswa berprestasi. “Kalau sekolah diperbaiki, fasilitasnya diperkuat, anak-anak kita belajar dengan lebih baik. Ini yang sedang dikerjakan pemerintah,” kata Andre.
Kepala SMA 1 Sumbar, Surya Netti, membenarkan sekolahnya menerima program revitalisasi dari Kemendikdasmen senilai Rp 870 juta yang dikelola secara swakelola. Program ini telah menjangkau 176 sekolah pada tahap pertama dan 64 sekolah pada tahap kedua di Sumbar.
Surya menyampaikan bahwa SMA 1 Sumbar masih kekurangan komputer, hanya memiliki sekitar 25 unit yang sebagian sudah berusia sembilan tahun, padahal sekolah ini merupakan sekolah boarding dengan siswa berprestasi. Selain itu, kendala sinyal internet yang belum stabil juga mengganggu kegiatan pembelajaran.
Pihak sekolah juga menyampaikan aspirasi agar SMA 1 Sumbar dikembangkan menjadi SMA Garuda, dan telah menyiapkan persyaratan serta dokumen terkait lahan dan prestasi siswa. Dalam peninjauan ini, Andre Rosiade turut didampingi wali murid Mukti Ali atau yang dikenal dengan Boy London.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.