Jurnal Indonesia — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), akan meluncurkan dua buku terbarunya pada Kamis, 10 September 2026. Buku-buku ini mencatat perjalanan panjang Bamsoet di dunia politik, parlemen, hukum, hingga pendidikan.
Dua karya yang akan diperkenalkan adalah ‘Politik Hukum Konstitusi: Menjembatani Teori Akademis dan Realitas Parlemen’ yang ditulis oleh Bambang Soesatyo sendiri, dan ‘Dari Senayan ke Ruang Kuliah: Jejak Kepemimpinan dan Pemikiran’ yang merupakan biografi karya wartawan senior Kompas, J. Osdar. Peluncuran akan digelar di Parle Senayan Park, Jakarta.
Kedua buku ini menawarkan perspektif yang saling melengkapi. Buku ‘Politik Hukum Konstitusi’ merupakan refleksi atas pengalaman panjang Bamsoet di parlemen dan dunia akademik. Sementara itu, buku karya J. Osdar merangkum perjalanan Bamsoet mulai dari dunia jurnalistik, usaha, organisasi, politik, memimpin lembaga negara, hingga keterlibatannya dalam dunia pendidikan.
“Saya ingin menunjukkan bahwa pengalaman di parlemen dan teori yang dipelajari di ruang kuliah seharusnya saling bertemu. Parlemen membutuhkan landasan akademis, sementara dunia akademik juga perlu memahami bagaimana teori bekerja ketika berhadapan dengan realitas politik dan kepentingan masyarakat,” ujar Bamsoet, Rabu (9/9/26).
Bamsoet menjelaskan bahwa buku ‘Politik Hukum Konstitusi’ ini merupakan buku ke-38 yang ditulisnya. Buku tersebut mengulas hubungan erat antara hukum, konstitusi, politik, dan proses pembentukan peraturan perundang-undangan. Pengalamannya sebagai legislator membawanya pada kesadaran bahwa sebuah undang-undang tidak lahir begitu saja.
“Ada perdebatan substansi, tarik-menarik kepentingan, aspirasi masyarakat, pertimbangan pemerintah, perkembangan teknologi, serta kebutuhan untuk menjaga agar setiap kebijakan tetap berada dalam koridor konstitusi,” jelasnya.
Untuk itu, Bamsoet menyertakan pengalaman empirisnya dalam buku tersebut melalui kolom khusus bertajuk Catatan dari Kursi Parlemen. Kolom ini berfungsi sebagai ruang untuk mengilustrasikan bagaimana sebuah teori hukum dan ketatanegaraan berhadapan dengan persoalan nyata dalam proses legislasi.
“Teori hukum yang dipelajari di kampus sering kali terasa berbeda dengan kenyataan saat menyusun undang-undang di parlemen. Di sana, gagasan diuji melalui perdebatan panjang untuk menemukan jalan terbaik bagi kepentingan bangsa,” kata Bamsoet.
Ia memaparkan lebih lanjut, buku kedua, ‘Dari Senayan ke Ruang Kuliah: Jejak Kepemimpinan dan Pemikiran’ karya J. Osdar, menyajikan perspektif yang berbeda mengenai perjalanan hidupnya. Buku ini merekam transformasi seorang tokoh yang pernah berkiprah di berbagai bidang pengabdian, mulai dari wartawan, pengusaha, aktivis organisasi, politisi, pimpinan DPR dan MPR, hingga menjadi pendidik.
Kiprah Bamsoet di dunia pendidikan terbukti melalui keterlibatannya dalam pendirian Universitas Perwira Purbalingga (Unperba). Ia juga aktif sebagai dosen Pascasarjana Ilmu Hukum di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Borobudur, Universitas Pertahanan, Universitas Terbuka, dan Universitas Jayabaya.
“Pengalaman di parlemen memberikan banyak pelajaran mengenai bagaimana negara mengambil keputusan. Pengalaman itu kemudian saya bawa ke ruang kuliah agar mahasiswa memahami bahwa hukum, politik, dan kebijakan publik memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat,” ujar Bamsoet.
Kedua buku yang akan diluncurkan ini menambah daftar panjang karya tulis Bamsoet. Sejak tahun 1988, ia telah menerbitkan berbagai buku yang mencakup tema-tema seperti kewirausahaan, politik, hukum, dan sosial. Beberapa di antaranya adalah ‘Rahasia Sukses dan Biografi Pengusaha Indonesia’ (1988), ‘HIPMI, Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha’ (1989), ‘Mahasiswa dan Lingkaran Politik’ (1989), serta ‘Kelompok Cipayung, Gerakan dan Pemikiran’ (1990).
Karya-karya Bamsoet terus berlanjut dengan judul seperti ‘Masa Depan Bisnis Indonesia 2020’ (1995/1998), ‘Skandal Gila Bank Century’ (2010), ‘Perang-Perangan Melawan Korupsi’ (2011), ‘Republik Galau: Presiden Bimbang, Negara Terancam Gagal’ (2012), hingga ‘Indonesia Gawat Darurat’ (2014).
Pada tahun 2017, saat menjabat Ketua Komisi III DPR RI, ia merilis buku ‘Ngeri-Ngeri Sedap: Catatan Kritis dan Kumpulan Tulisan’. Kemudian, pada masa jabatannya sebagai Ketua DPR RI ke-20, ia menerbitkan ‘DPR Adem di Bawah Bamsoet’ (2020) dan ‘Jurus 4 Pilar: Merangkul Milenial Menjaga Suhu Politik’ (2020).
Tahun-tahun berikutnya, Bamsoet menerbitkan ‘Negara Butuh Haluan’ (2021), ‘Tetap Waras Jangan “Ngeres”‘ (2021), ‘Indonesia Era Disrupsi: Utak Atik Politik Negara di Era Disrupsi dan Pandemi’ (2022), dan ‘Vaksinasi Ideologi: Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa’ (2022).
Rangkaian kompilasi ‘Bunga Rampai Opini Bambang Soesatyo 2007-2022’ (jilid 1-5) diterbitkan pada tahun 2022. Selanjutnya, buku ke-30 ‘PPHN Tanpa Amendemen’ terbit pada 2023, diikuti ‘Haluan Negara Menuju Indonesia Emas’ (2023).
Pada tahun 2024, Bamsoet merilis buku yang merefleksikan pemikirannya sebagai Ketua MPR RI ke-15, seperti ‘Konstitusi Butuh ‘Pintu Darurat’: Urgensi Memulihkan Wewenang Subjektif Superlatif MPR RI’ dan ‘Legacy MPR RI Periode 2019-2024: Pilar Demokrasi dan Landasan Hukum Negara’. Buku lainnya dari tahun 2024 termasuk ‘Empat Pilar MPR RI: Strategi Konsensus Kebangsaan Menyongsong Bonus Demografi’.
Buku ke-35 berjudul ‘Amandemen ke-5 Konstitusi: Menata Ulang Sistem Ketatanegaraan’ dirilis pada 2025. Pada tahun yang sama, ia menerbitkan ‘Evaluasi Kritis Pemilihan Umum Langsung: Nomor Piro, Wani Piro – Revitalisasi Ketetapan MPR’. Buku ke-37 yang baru saja diluncurkan soft launching-nya adalah ‘1001 Gagasan untuk Golkar: Panduan Eksekusi Strategi Politik, Organisasi, dan Pengabdian’ (2026).
Selain itu, Bamsoet juga menerbitkan buku dwibahasa (Inggris-Indonesia) berjudul ‘Save People Care For Economy’ melalui Amazon pada tahun 2020. Sebagai dosen pascasarjana, ia menulis buku ajar ‘Politik Hukum dan Kebijakan Publik’ (2024) dan ‘Pembaruan Hukum’ (2024).
Perjalanan hidup dan pemikiran Bamsoet juga telah diabadikan dalam sejumlah buku yang ditulis oleh rekan-rekan wartawan. Dimulai dengan ‘Dari Wartawan ke Senayan’ (2018), dilanjutkan dengan otobiografi peringatan ulang tahun ke-60, ’60 Tahun Meniti Buih di Antara Karang’ (2022).
Buku ‘Bambang Soesatyo News Maker’ terbit pada 2023, diikuti ‘Biografi Politik Bambang Soesatyo: Pemimpin Adaptif di Era Disrupsi’ pada 2024. Rekan jurnalis lainnya juga menulis buku ‘Politik, Pers, dan Jejak Langkah Kebangsaan: Catatan Personal dalam Arus Perubahan’ yang terbit pada 2025.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.