— TANGERANG – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang telah kembali beroperasi normal pada Selasa (8/9/2026). Suasana di Terminal Kedatangan 1B menunjukkan peningkatan aktivitas dengan ramainya penumpang yang baru saja tiba.

Berdasarkan pantauan pada pukul 10.45 WIB, banyak penumpang terlihat keluar dari pintu Terminal Kedatangan 1B sambil membawa barang bawaan. Beberapa penumpang membutuhkan bantuan petugas untuk menanyakan informasi mengenai operasional kereta bandara dan layanan taksi.

Sejumlah penumpang yang baru mendarat langsung mencari taksi, menunggu jemputan, atau menikmati sarapan di area kuliner sekitar terminal. Suasana terlihat sibuk namun terorganisir.

Salah seorang penumpang bernama Hotma, yang baru tiba dari Padang, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran penerbangannya dari Bandara Minangkabau ke Bandara Soekarno-Hatta. Meskipun demikian, ia menceritakan pengalaman perubahan jadwal penerbangan yang cukup sering terjadi.

“Harusnya kan kita berangkatnya itu jam 06.40 WIB hari ini. Tapi sore karena cuaca, dimajukan jadi 06.05 WIB. Terus tengah malam dibatalkan, penerbangannya batal, disuruh refund atau reschedule karena ditutup (Bandara Soetta). Karena masih terdampak abu ya itu ya. Tapi pagi jam 05.00 dimajukan jadi 07.05 WIB, akhirnya bisa sampai,” kata Hotma.

Hotma menambahkan, ia sempat memutuskan untuk tetap berangkat ke bandara meskipun jadwal penerbangannya tidak pasti, karena belum mengambil keputusan untuk refund atau reschedule. “Tapi karena kita masih mikir-mikir, belum ada pikiran refund atau reschedule, ya tetap ke bandara saja, memang sudah di perjalanan kan mau ke bandara. Ke bandara saja, sampai bandara ternyata ada WA lagi, bisa (flight) tapi maju jadi jam 07.00 WIB,” ungkapnya.

Ia mengaku sempat merasa cemas mengenai jadwal penerbangannya hari itu, terutama karena harus menempuh perjalanan darat selama 12 jam untuk mencapai bandara. “Kita sudah stres di perjalanan dari rumah, bolak-balik lihat cuaca, lihat TV, lihat YouTube, kan takut lama ditutupnya. Karena begini, kita kan bukan dari Padangnya, kita dari Padangsidimpuan. Jadi kita dari Padangsidimpuan itu naik travel lagi, 12 jam perjalanan,” jelasnya.