Jurnal Indonesia — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan adanya keterkaitan antara penindakan 2,6 ton narkotika jenis methamphetamine cair di perairan Kepulauan Riau (Kepri) dengan pengungkapan 1,3 ton ketamin sebelumnya.
“Terkait dengan jaringan yang kami ungkap kali ini, 2,6 ton methamphetamine cair, itu ada kaitan dengan jaringan sebelumnya yang membawa ketamin 1,3 ton,” ujar Suyudi di Batam, Jumat (21/8/2026).
Ia menambahkan bahwa kaitan tersebut bukan hanya karena pelaku berasal dari Myanmar, melainkan juga ada irisan dalam jaringan yang masih terus dikembangkan. “Ada kaitan ya. Bukan karena sesama orang Myanmar, tapi memang kebetulan ada irisan dan ada kaitan. Dan ini masih kita kembangkan untuk pengungkapan yang ke atasnya,” jelasnya.
Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, BNN RI, serta TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1,3 ton ketamin di perairan Bintan. Kapal yang mengangkut barang haram tersebut diamankan setelah mendapat informasi intelijen internasional dari otoritas Thailand dan Taiwan Coast Guard.
Kapal tersebut dihentikan oleh Satgas Patroli Laut Bea Cukai bersama KRI Kerambit-627 di perairan utara Berakit, Bintan. Setelah diperiksa di Dermaga Kodaeral IV Batam, petugas menemukan 65 karung berisi 1.300 bungkus teh cina dengan total berat sekitar 1,3 ton. Hasil uji laboratorium mengonfirmasi bahwa seluruh sampel positif mengandung ketamin.
Dalam operasi penangkapan ketamin tersebut, petugas mengamankan delapan anak buah kapal (ABK), yang terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar. Identitas tujuh warga Myanmar tersebut adalah KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), serta MML (44).
Sementara itu, penindakan terhadap 2,6 ton narkotika cair dan 1,5 juta batang rokok ilegal di perairan Kepulauan Riau terjadi pada Senin (17/8). Dalam operasi tersebut, sebanyak 10 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.