Jurnal Indonesia — Perum BULOG menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna mempercepat dan meningkatkan skala penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah kepada masyarakat. Kolaborasi strategis ini dirancang untuk memastikan bantuan pangan berupa beras dapat segera menjangkau masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air, sekaligus memperkuat sinergi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.
Koordinasi awal telah dilakukan oleh Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, bersama Kepala Staf Teritorial TNI, Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi, di Markas Besar TNI, Cilangkap. Pertemuan tersebut secara spesifik membahas penguatan kolaborasi antara BULOG dan jajaran TNI dalam mendukung percepatan distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bagi masyarakat.
“BULOG siap bergerak lebih cepat dan lebih masif. Kami melihat sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan Bantuan Pangan Pemerintah dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2026).
Ahmad Rizal mengemukakan bahwa dukungan dari jajaran TNI di berbagai daerah akan secara signifikan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Hal ini terutama krusial dalam menjamin kelancaran proses penyaluran bantuan hingga sampai ke tangan penerima manfaat.
“Kami ingin memastikan bahwa beras yang sudah disiapkan Pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. BULOG tidak bisa bekerja sendiri dan TNI merupakan salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan penyaluran,” tambahnya.
Percepatan penyaluran bantuan pangan ini sejalan dengan dukungan Presiden Prabowo terhadap hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi dampak El Nino sekaligus upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2027.
Presiden Prabowo telah memberikan persetujuan untuk penambahan Bantuan Pangan yang dijadwalkan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2026. Total kuantum tambahan ini mencapai 1 juta ton beras, yang ditujukan untuk 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
Selain itu, pemerintah juga menyetujui penambahan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton. Alokasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode September 2026 hingga Maret 2027. Penguatan stabilisasi pangan juga diperluas dengan penambahan Jagung SPHP sebanyak 150.000 ton, yang secara khusus diperuntukkan bagi kebutuhan peternak mikro, baik ayam pedaging maupun ayam petelur.
Pemerintah juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan beras yang telah tersimpan lebih dari 10 bulan atau mengalami penurunan mutu. Sekitar 380.000 ton beras tersebut akan didorong untuk hilirisasi menjadi bahan baku tepung beras, guna mendukung kebutuhan industri dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional.
Ahmad Rizal menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang diambil ini mencerminkan perhatian serius Pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang paling membutuhkan dukungan.
“Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat. Tugas BULOG adalah memastikan seluruh penugasan tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar distribusi berjalan cepat, masif, tertib, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Momentum menjelang HUT ke-81 TNI dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung program-program pemerintah. BULOG dan TNI berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi mulai dari tingkat pusat hingga daerah, demi kelancaran dan optimalisasi penyaluran Bantuan Pangan.
“Semangatnya adalah bagaimana negara hadir dan masyarakat merasakan langsung manfaat dari program ini. Dengan sinergi BULOG dan TNI, kami optimistis penyaluran dapat segera menjangkau masyarakat dengan waktu yang lebih cepat,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.