Jurnal Indonesia — PURWAKARTA – Sebanyak 27 unit kamera CCTV terpasang di berbagai titik strategis kawasan Waduk Jatiluhur. Namun, ironisnya, tidak ada satu pun yang memantau lokasi penemuan jenazah Sumarna (42), seorang satpam yang menjadi korban tewas.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, Imam Santoso, menjelaskan bahwa tiga unit CCTV di kawasan Ubrug memang terpasang. Rekaman dari kamera tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa fokus pengawasan kamera tersebut adalah objek vital bendungan.
Lokasi penemuan jenazah Sumarna, yang diduga menjadi tempat kejadian penembakan atau penganiayaan, berada di luar jangkauan pantauan CCTV, dengan jarak sekitar 2 kilometer dari area yang diawasi kamera. “Kamera menyorot ke objek vital, bukan ke lokasi kejadian karena lokasinya di luar kawasan bendungan utama,” ujar Imam saat melayat ke rumah duka korban, Kamis (30/7/2026), seperti dilansir detikJabar.
Menanggapi kejadian tersebut, PJT II berencana untuk melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan kepolisian guna menambah titik-titik pemasangan CCTV baru. Penambahan ini akan difokuskan pada area-area yang dinilai rawan.
Imam juga memastikan bahwa almarhum Sumarna adalah petugas keamanan resmi yang terdaftar di bawah vendor mitra PJT II, serta hak-hak ketenagakerjaannya terlindungi.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Purwakarta, BPJS Ketenagakerjaan, bersama PJT II menyerahkan santunan kepada ahli waris almarhum Sumarna. Total santunan yang diberikan mencapai Rp 418.133.773, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta beasiswa pendidikan bagi kedua anak korban.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.