— JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, membantah tudingan telah menghina profesi wartawan saat rapat Komisi II DPR. Deddy menegaskan bahwa ucapannya yang terdengar seperti ‘kayak sirkus’ tidak ditujukan kepada wartawan.

“Menanggapi pernyataan Koordinator KWP mengenai tuduhan bahwa saya menghina profesi wartawan, saya merasa perlu menyampaikan klarifikasi,” kata Deddy kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).

Deddy menyampaikan enam poin klarifikasi mengenai ucapannya tersebut. Pertama, ia menyatakan menghormati profesi wartawan sebagai pilar demokrasi dan menyayangkan tuduhan yang disampaikan tanpa konfirmasi.

“Tuduhan tersebut tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya saya sampaikan,” ujarnya.

Kedua, Deddy merinci pernyataannya dalam rapat adalah, ‘Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini.’ Ia menjelaskan kalimat itu merujuk pada situasi ruang rapat yang dipenuhi orang bergerombol dan berdiri saat rapat berlangsung, bukan kepada wartawan.

“Hal ini dapat dibuktikan melalui rekaman video rapat maupun keterangan para peserta rapat yang hadir,” tegasnya.

Ketiga, Deddy menyatakan tidak menghalangi wartawan untuk meliput. Ia menambahkan bahwa rapat kerja Komisi II bersama pemerintah bersifat terbuka dan boleh dihadiri wartawan maupun masyarakat.

Keempat, ia berharap informasi yang disampaikan kepada publik didasarkan pada fakta yang terverifikasi dan didahului konfirmasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Kelima, jika ada kekeliruan dalam penyampaian informasi, Deddy berharap hal itu dapat diluruskan kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga akurasi informasi.

Keenam, Deddy menyampaikan penghargaan atas kerja jurnalistik dan berharap hubungan baik antara anggota DPR RI dengan insan pers tetap terjaga. Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan atau kesalahpahaman sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, dengan menjunjung etika, profesionalisme, serta prinsip jurnalistik yang mengutamakan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan.

Deddy mengaku siap memberikan klarifikasi melalui Dewan Pers jika masih ada keraguan. Namun, ia menegaskan tidak pernah berniat menghina wartawan.

“Apabila terdapat keraguan terhadap informasi yg saya sampaikan saya menyatakan siap memberikan klarifikasi melalui Dewan Pers. Namun, saya menegaskan bahwa tidak pernah ada niat ataupun kata-kata dari saya yang dapat diasumsikan sebagai bentuk merendahkan atau menghina profesi wartawan,” tuturnya.

Peristiwa ini berawal saat wartawan memantau rapat Komisi II DPR RI di depan ruang rapat Komisi II, gedung Senayan, Jakarta. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terlihat mendatangi ruang rapat dan didokumentasikan oleh wartawan. Saat pintu ruang rapat terbuka dan Dasco masuk, wartawan ikut menyerbu masuk.

Tak lama kemudian, terdengar ucapan Deddy Sitorus ‘kayak sirkus’. Atas hal ini, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menyatakan keberatan. Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP Erwin Syahputra mengaku keberatan dan menganggap pernyataan Deddy sebagai pelecehan.

“Pada hari ini kami merasa dihina, dilecehkan oleh anggota DPR RI di mana tadi pada acara liputan di Komisi II, yang mana rapat agenda tersebut secara terbuka boleh untuk dilakukan liputan. Namun, atas tindakan dan ucapan yang dilakukan oleh saudara Deddy Sitorus, yang menyatakan bahwa kami wartawan ini seperti gerombolan sirkus, itu kami anggap pelecehan yang sangat luar biasa,” ujar Erwin dalam konferensi pers.