— JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan memperkuat fasilitas pelican crossing dengan penambahan kamera pengawas (CCTV) dan pengeras suara. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan seluruh pengguna jalan terhadap aturan penyeberangan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa perangkat baru tersebut akan terintegrasi dengan Network Operation Center (NOC). Melalui NOC, petugas dapat memberikan peringatan dan edukasi secara langsung kepada pengendara maupun pejalan kaki yang melanggar.

“Ke depan, Dishub DKI juga akan menambah kamera CCTV serta pengeras suara yang terhubung dengan Network Operation Center (NOC) untuk memberikan peringatan dan edukasi secara langsung kepada pengendara maupun pejalan kaki,” ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Selain penambahan teknologi, Dishub DKI bersama Polda Metro Jaya juga terus melakukan pengawasan di lapangan melalui petugas dan CCTV yang sudah terpasang. Budi menekankan bahwa pelican crossing adalah fasilitas keselamatan vital yang wajib dihormati oleh semua pengguna jalan.

Kendaraan bermotor diwajibkan berhenti di belakang garis henti (stop line) saat lampu penyeberangan menyala hijau dan memberikan prioritas kepada pejalan kaki. Menerobos pelican crossing saat lampu merah menyala tidak hanya melanggar lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pejalan kaki dan berpotensi menimbulkan kecelakaan serius.

Bundaran HI menjadi salah satu lokasi pelican crossing yang memiliki volume aktivitas pejalan kaki sangat tinggi, mengingat lokasinya yang strategis dekat Stasiun MRT Bundaran HI, Halte TransJakarta, serta kawasan perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan.

Dishub DKI akan terus melakukan evaluasi terhadap pengaturan waktu pelican crossing, terutama jika terjadi peningkatan volume pejalan kaki atau perubahan kondisi lalu lintas. Budi mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menunjukkan kedisiplinan.

“Pengendara wajib berhenti saat lampu merah menyala dan memberikan prioritas kepada pejalan kaki. Sebaliknya, pejalan kaki juga diimbau menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia serta memastikan kondisi lalu lintas aman sebelum menyeberang. Kedisiplinan bersama merupakan kunci untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas di Jakarta,” tutupnya.