Jurnal Indonesia — JAKARTA – Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran dalam mitigasi bencana. Ia menekankan bahwa kesiapan anggaran menjadi faktor krusial yang akan menentukan kecepatan dan efektivitas penanganan ketika bencana terjadi.
Sultan mengapresiasi kesungguhan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat anggaran mitigasi bencana di tingkat daerah. Menurutnya, penguatan anggaran ini akan berdampak positif pada optimalisasi peran Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) baik di tingkat pusat maupun daerah.
Posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) membuat seluruh wilayahnya rentan terhadap ancaman bencana alam maupun non-alam. “Sebagai negara kepulauan yang tepat berada di ring of fire, Indonesia selalu dibayangi oleh bencana. Bahkan tak jarang suatu daerah dihadapkan dengan lebih dari satu bencana sekaligus di waktu yang bersamaan,” ungkap Sultan.
Ia menambahkan bahwa anggaran bencana seharusnya dihitung sebagai salah satu variabel utama dalam penyusunan asumsi makro ekonomi nasional, termasuk dalam Produk Domestik Bruto (PDB) saat menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). “Bencana harus dilihat sebagai faktor penghambat pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian kita bisa menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang lebih sistematis guna menekan resikonya terhadap perkonomian dan stabilitas sosial Nasional,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang menyatakan komitmen pemerintahannya untuk meningkatkan alokasi anggaran mitigasi bencana secara signifikan. Komitmen ini muncul sebagai respons terhadap kerentanan Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire.
“Negara yang berada di lingkaran api the ring of fire membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” ujar Prabowo saat rapat terbatas penanganan bencana alam dengan kepala daerah secara virtual, Senin (7/9).
Presiden melanjutkan, “Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintahan yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan.”
Prabowo juga menilai bahwa pemerintahannya saat ini memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menangani bencana jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia mencontohkan respons cepat pemerintah dalam penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu, sekarang pun dibanding dengan tahun tahun dulu respons kita sangat cepat, keadaan bencana di Sumatera, Aceh, Sumut, dan Sumbar ternyata respons kita cukup masif, cukup cepat,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.