Jurnal Indonesia — Jakarta – DPD RI Awards 2026 telah menyelesaikan tahap verifikasi administrasi dan menetapkan 200 nama kandidat yang masuk dalam daftar 50 besar untuk masing-masing dari empat kategori penghargaan. Angka ini merupakan hasil penyaringan dari total 1.112 pendaftar yang telah mendaftar sejak 27 Juli hingga 23 Agustus 2026.
Tim DPD RI Awards telah melakukan pengecekan data secara mendalam terhadap usulan yang masuk, dengan tetap menjaga objektivitas dan independensi selama proses seleksi. Para kandidat yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan dedikasi dan inovasi yang beragam di bidangnya masing-masing.
Selanjutnya, tim panitia akan melanjutkan tahapan seleksi untuk memilih kandidat 10 besar per kategori. Nama-nama terpilih tersebut kemudian akan dibawa untuk dibahas dalam rapat Dewan Pakar. Dewan Pakar akan mengadakan dua kali rapat sebelum akhirnya menentukan para penerima penghargaan yang akan diundang ke acara penganugerahan DPD RI Awards 2026.
Empat Kategori Penghargaan DPD RI Awards 2026
DPD RI Awards 2026 mempertandingkan empat kategori utama. Kategori pertama adalah Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, yang ditujukan bagi individu dengan dedikasi tinggi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.
Kategori kedua adalah Inovator Teknologi Kesehatan. Penghargaan ini diberikan kepada profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, seperti penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang bermanfaat.
Selanjutnya, kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan diberikan kepada tokoh yang mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan berkelanjutan.
Kategori terakhir adalah Pelestari Budaya Daerah, yang mengapresiasi individu yang berinovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah, serta berperan aktif dalam mempromosikannya di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, DPD RI juga akan memberikan Special Recognition Awards bagi tokoh, individu, maupun kelompok yang telah memberikan kontribusi konsisten dan berkelanjutan bagi daerah.
Ketua DPD Pastikan Proses Bebas Intervensi
Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menegaskan bahwa proses DPD RI Awards berjalan bebas dari intervensi. Ia menilai masih banyak tokoh potensial di daerah yang belum mendapatkan perhatian yang layak.
“Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah local hero, local champion yang itu belum masuk radar,” ujar Sultan dalam acara DPD RI Awards 2025 lalu. Ia menambahkan bahwa acara ini digelar untuk menjaring para pahlawan daerah yang belum tersorot dan merupakan aspirasi dari masyarakat daerah.
Sultan menjelaskan bahwa sebagai perwakilan dari 80 juta masyarakat daerah, DPD berupaya melalui DPD Awards untuk menemukan potensi-potensi yang belum terjaring. Ia memastikan pimpinan DPD RI tidak akan mengintervensi pemenang penghargaan ini, serta meyakini Dewan Pakar yang dilibatkan memiliki kapabilitas dan independensi.
“Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.