Jurnal Indonesia — Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Kawendra Lukistian, menggelar audiensi dengan Pengurus Pusat Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-PGRI (PP IGTKI-PGRI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026). Pertemuan ini bertujuan menyerap aspirasi para guru Taman Kanak-Kanak (TK) mengenai berbagai isu krusial.
Dalam audiensi tersebut, PP IGTKI-PGRI menyampaikan sejumlah harapan terkait kesejahteraan, peningkatan kompetensi, dan penguatan profesi guru TK di seluruh Indonesia. Ketua Umum PP IGTKI-PGRI, Eka Putri Handayani, menjelaskan bahwa organisasi tersebut menaungi sekitar 350 ribu guru TK, mayoritas berstatus guru swasta honorer.
“Harapan kami, guru TK dapat diangkat menjadi PPPK dan mendapatkan pemerataan program inpassing,” ujar Eka Putri Handayani. Program inpassing sendiri merupakan mekanisme penyetaraan jabatan dan masa kerja bagi guru non-ASN, yang berfungsi sebagai dasar penentuan hak serta tunjangan. Diharapkan, program ini dapat secara signifikan meningkatkan taraf kesejahteraan para guru TK yang belum berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
PP IGTKI-PGRI juga menyatakan dukungan penuh terhadap program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari jenjang pendidikan taman kanak-kanak. Selain itu, organisasi ini mendorong adanya perluasan pelatihan bagi para guru di berbagai daerah, termasuk pengembangan kemampuan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif.
Dalam pertemuan yang hangat itu, PP IGTKI-PGRI turut mengusulkan gagasan perluasan digitalisasi dan revitalisasi sekolah. Mereka juga memohon dukungan untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni yang rencananya akan diikuti oleh sekitar 4.000 guru TK dari seluruh penjuru Indonesia.
Eka Putri Handayani mengapresiasi ruang dialog yang telah difasilitasi oleh Dasco dan Kawendra. Ia mengungkapkan harapan agar seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi peningkatan kualitas pendidikan usia dini dan kesejahteraan guru TK di masa mendatang. “Banyak aspirasi guru taman kanak-kanak seluruh Indonesia yang kami sampaikan. Mudah-mudahan pertemuan ini bermanfaat bagi guru dan pendidikan taman kanak-kanak,” tutur Eka.
Melalui audiensi ini, DPR RI menegaskan kembali komitmennya dalam menyerap setiap aspirasi dari para pendidik. Upaya ini merupakan bagian dari dorongan untuk penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.