— Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, mendesak Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk segera mengusut tuntas kematian Sutrimo yang terjadi di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Jakarta Selatan. Hasbiallah, yang juga merupakan anggota Panitia Kerja (Panja) kasus dugaan tindak pidana korupsi eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, menyoroti temuan awal medis yang menunjukkan jenazah Sutrimo mengeluarkan busa dari mulut dan hidung.

Menurut Hasbiallah, kondisi tersebut mengindikasikan kuat adanya dugaan keracunan yang perlu didalami secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ia menekankan bahwa temuan medis awal ini tidak boleh diabaikan dan membutuhkan hasil uji laboratorium forensik serta otopsi yang mendalam. “Melihat kondisi jenazah yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidung, secara kasat mata terdapat indikasi kuat yang mengarah pada dugaan keracunan,” ujar Hasbiallah kepada wartawan pada Selasa (28/7/2026).

Lebih lanjut, Hasbiallah mengungkapkan bahwa latar belakang Sutrimo sebagai penjaga rumah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang tengah terjerat kasus korupsi dan pencucian uang, tidak boleh menjadi bola liar di masyarakat. Ia berharap kasus kematian Sutrimo diusut secara transparan untuk mencegah spekulasi yang semakin liar.

“Keterkaitan latar belakang ini membuat spekulasi di tengah masyarakat berkembang semakin liar ke berbagai arah jika tidak segera ditangani secara transparan. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain bagi Polri selain mengusut kasus ini secara sangat serius melalui scientific crime investigation. Hanya ketegasan dan keterbukaan kepolisian yang bisa menjawab kesimpangsiuran publik serta menuntaskan teka-teki kematian almarhum,” ungkap Hasbiallah.

Sebelumnya, aparat penegak hukum masih mendalami penyebab pasti tewasnya Sutrimo. Penyebab kematian pria tersebut belum diketahui secara pasti. Polisi telah melakukan berbagai upaya untuk mendalami kasus ini, termasuk menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian dan mencari saksi-saksi terkait peristiwa yang terjadi pada Kamis (23/7) pekan lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Kita fokus di TKP dulu. Karena di TKP kita cari petunjuk, saksi-saksi, dan bukti-bukti. Terutama CCTV di sekitaran TKP,” kata Iskandarsyah saat dihubungi pada Senin (27/7).