Jurnal Indonesia — Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, yang menilai gestur Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai sinyal kesiapan menjadi kontender dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Ganjar menekankan bahwa saat ini masih banyak persoalan rakyat yang membutuhkan perhatian dan penanganan segera.
“PR besar untuk semua elemen bangsa hari ini masih sangat banyak, mari kita konsentrasi pada penanganan bencana yang datang bertubi-tubi,” ujar Ganjar kepada wartawan pada Selasa (8/9/2026). Ia menambahkan bahwa mobilisasi sumber daya menjadi kunci agar penanganan berbagai persoalan tersebut dapat dilakukan secara efektif dan cepat.
Ganjar menyoroti berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia, seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), banjir di Aceh dan sekitarnya, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memerlukan penanganan segera. Ia juga menyebutkan masalah kekeringan dan kesulitan air bersih yang kemungkinan akan berlangsung lama mengingat prediksi musim kemarau yang panjang, ditambah lagi dengan beberapa erupsi gunung berapi yang berdampak pada sektor lain.
“Itulah masalah rakyat yang harus diurus hari ini,” tegas Ganjar, menekankan prioritas penanganan isu-isu krusial yang dihadapi masyarakat.
Respons Pernyataan Doli Kurnia
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, memberikan tanggapan terhadap pernyataan AHY mengenai kekuasaan yang tidak selamanya dimiliki oleh satu orang. Doli mengamati gestur AHY dalam pidato politiknya saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat.
“Secara substansi, apa yang disampaikan oleh AHY, saya setuju sepenuhnya. Tentang pertumbuhan demokrasi yang harus terus dijaga, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pemerintah dan hak serta kewajiban warga negara,” kata Doli kepada wartawan.
Namun, Doli menyoroti posisi AHY yang saat ini tergabung dalam koalisi pemerintah. Menurut pandangannya, posisi AHY seolah memberikan sinyal kuat untuk menjadi pesaing dalam pemilihan presiden mendatang.
“Namun, dilihat dari cara penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang,” ujar Doli. Ia menambahkan bahwa di tengah tantangan luar biasa yang dihadapi bangsa dan situasi masyarakat yang tidak mudah, AHY, sebagai bagian dari pemerintah, seharusnya ikut bertanggung jawab atas segala situasi yang dihadapi.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.