— Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Mufidah Kurniasih, menekankan pentingnya kesejahteraan guru dan dosen serta proses digitalisasi pendidikan sebagai kunci utama untuk mewujudkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

Menurut Mufidah, transformasi pendidikan nasional akan berjalan optimal jika kesejahteraan para pengajar, baik guru maupun dosen, menjadi prioritas. Selain itu, perhatian khusus terhadap digitalisasi pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), juga sangat krusial.

“Digitalisasi pendidikan dan perbaikan kualitas pengajaran seperti sarana dan prasarana khususnya di daerah 3T juga harus diperhatikan, selain itu perhatian kepada teman-teman pengajar baik guru dan dosen menjadi pilar utama keberhasilan transformasi pendidikan,” ujar Mufidah dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Mufidah menjelaskan bahwa digitalisasi pembelajaran harus dijalankan dalam tiga pilar utama: inklusif, adaptif, dan partisipatif. Prinsip inklusif berarti pendidikan bermutu harus dapat diakses oleh seluruh peserta didik di Indonesia. Prinsip adaptif menekankan pada penyesuaian pendidikan sesuai kebutuhan peserta didik agar mampu beradaptasi dan bersaing di era perkembangan zaman. Sementara itu, prinsip partisipatif melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam proses pendidikan.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa digitalisasi pembelajaran juga harus dibarengi dengan penguatan pendidikan karakter. “Penggunaan sistem seperti AI tidak bisa dijalankan dengan baik tanpa kode etik yang tepat sehingga anak-anak tidak akan tergantung dengan digital seperti AI yang akan mempengaruhi kemampuan berpikirnya,” jelasnya.

Mufidah mengakui adanya perubahan signifikan dalam arah kebijakan pendidikan nasional, meskipun tantangan di lapangan tetap besar. Ia mengapresiasi capaian konkret pemerintah, khususnya dalam pembenahan sarana dan prasarana sekolah yang menunjukkan peningkatan drastis.

Ia berharap Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) serta Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dapat menunjukkan totalitas dalam proses transformasi pendidikan. “Kami berharap dan mendukung agar anggaran yang ada dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.