Jurnal Indonesia — Jakarta – Peringatan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen berlangsung khidmat dan meriah di halaman Pendopo Kabumian. Upacara ini sangat kental dengan nuansa adat Jawa, terlihat dari busana tradisional yang dikenakan peserta hingga penggunaan bahasa Jawa dalam sambutan resmi.
Suasana tradisional semakin terasa dengan hiasan penjor dan janur kuning di seluruh area upacara. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Kebumen. Prosesi menjadi semakin sakral dengan arak-arakan panji-panji kecamatan serta foto bupati dan wakil bupati dari masa ke masa menuju tengah lapangan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani membacakan sambutan resmi dalam bahasa Jawa. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat persatuan demi mencapai visi daerah. “Peringatan Hari Jadi ke-397 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat persatuan dan kegotongroyongan. Mari bersama-sama kita wujudkan Kebumen yang semakin berdaya, mandiri, dan berdaya saing demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Lilis.
Rangkaian Hari Jadi Ke-397 Kabupaten Kebumen
Upacara turut dimeriahkan dengan penyerahan berbagai penghargaan kepada pihak-pihak berprestasi dan unsur masyarakat. Apresiasi diberikan mulai dari pemenang lomba desa dan kelurahan tingkat kabupaten, kompetisi pemadam kebakaran nasional, lomba penilaian kawasan permukiman, hingga pemenang proposal riset dan inovasi daerah.
Selain itu, diserahkan pula penghargaan pembangunan daerah tingkat provinsi, kontributor arsip memori kolektif, arsiparis teladan tingkat OPD dan kecamatan, dan medik veteriner berprestasi tingkat provinsi. Penyerahan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, pengabdi desa, dan garda terdepan pelayanan juga dilakukan. Acara juga diwarnai dengan penyerahan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas.
Upacara dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bupati dari kabupaten tetangga, Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, jajaran legislatif provinsi dan kabupaten, sekretaris daerah, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, keluarga trah bupati pendiri, pelajar, hingga para budayawan.
Usai upacara, kemeriahan berlanjut dengan pergelaran tari kolosal yang memadukan tarian Cepetan, Lawet, dan Ebeg. Pertunjukan ini melibatkan 397 pelajar Kebumen yang secara apik membentuk formasi angka 397, ditutup dengan aksi flashmob Swardhana Kabumian.
Perayaan ditutup dengan tradisi makan bersama antara tamu undangan, pejabat, para penari, orang tua penari, serta warga yang hadir. Panitia menyediakan sebanyak 3.000 porsi nasi tempel, kuliner khas berisi nasi, sayur oseng tempe, mi, dan telur dadar, yang dinikmati bersama-sama dalam suasana akrab.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.