Jurnal Indonesia — Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Melalui berbagai bentuk bantuan tanggap darurat, perusahaan BUMN ini berupaya meringankan beban korban bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan sanitasi, obat-obatan, hingga dukungan untuk pemulihan infrastruktur yang rusak akibat gempa. Hingga Kamis (20/8), penyaluran bantuan telah dilakukan melalui Posko Satgas Bencana NTT Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa aksi ini adalah wujud komitmen perseroan dalam penanganan bencana bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. “Hutama Karya berkomitmen untuk turut mendukung penanganan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui penyaluran bantuan, kami juga telah mulai mendukung proses pemulihan pascabencana melalui pengerahan alat berat di wilayah terdampak,” ujar Hamdani.
Ia menambahkan bahwa pemetaan kebutuhan di lapangan terus dilakukan agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tersebar di tujuh kabupaten dan satu kota di Pulau Flores.
Data BNPB per Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB mencatat sebanyak 59.647 jiwa mengungsi, dengan 20.333 jiwa di antaranya berada di Kabupaten Manggarai. Bencana gempa bumi ini juga merenggut 71 korban jiwa, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat penting, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Pelaksanaan dukungan tanggap darurat Hutama Karya mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT. Fokus bantuan adalah pemenuhan kebutuhan pokok, makanan, dan obat-obatan bagi masyarakat di lokasi pengungsian.
Melalui Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Hutama Karya menyerahkan bantuan tahap pertama pada Rabu (19/8) kepada Tim Satgas Bencana NTT BNPB Pusat. Bantuan diserahkan oleh Harya Digdaya, Analyst TJSL Hutama Karya, kepada Ery selaku perwakilan Tim Satgas Bencana NTT BNPB Pusat. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), anak perusahaan Hutama Karya, juga turut memberikan dukungan serupa.
Bantuan yang disalurkan mencakup bahan pangan, makanan siap konsumsi, air mineral, perlengkapan sanitasi, kebutuhan bayi dan dewasa, serta obat-obatan dan kebutuhan kesehatan. Tahap kedua penyaluran pada Kamis (20/8) berupa terpal dan selimut untuk masyarakat terdampak.
Seluruh bantuan logistik dikumpulkan dan diserahkan melalui Posko Satgas Bencana NTT-Halim Perdanakusuma. Selanjutnya, bantuan didistribusikan melalui pesawat Hercules dari Jakarta dan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT ke lokasi pengungsian.
Selain bantuan logistik, Hutama Karya juga mengerahkan satu unit alat berat untuk mendukung proses pemulihan pascabencana di Desa Pota, Kabupaten Manggarai Timur. Untuk wilayah Ende-Maumere dan Kabupaten Sikka, perusahaan masih melakukan pemetaan kebutuhan alat berat yang akan dikerahkan.
Hutama Karya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan dukungan tersalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran. Pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan untuk menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Perusahaan berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam kondisi tanggap darurat bencana. Melalui program TJSL dan kolaborasi, Hutama Karya mendukung upaya penanganan bencana serta pemulihan kondisi masyarakat dan infrastruktur terdampak secara bertahap dan berkelanjutan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.