— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 47,9 poin atau 0,73% ke level 6.541,3 pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026). Meskipun demikian, sejumlah saham yang termasuk dalam indeks LQ45 menunjukkan penguatan, dengan PT Indosat Tbk (ISAT) memimpin kenaikan 1,25%.

Lima saham secara kompak mencapai Auto Rejection Atas (ARA), yaitu PTSN, SAPX, MITI, MSIE, dan IDEA. Saham-saham lain yang masuk dalam daftar top gainers juga mencatat lonjakan harga signifikan, berkisar antara 19% hingga 24%, termasuk saham PTSN dan MBTO.

Secara keseluruhan, pasar modal mencatat 197 saham menguat, 471 saham melemah, dan 295 saham stagnan. Total nilai transaksi bursa pada hari itu mencapai Rp 14,3 triliun.

Satu-satunya sektor yang berhasil menguat adalah sektor kesehatan dengan pertumbuhan 3,9%. Di sisi lain, sektor barang konsumen primer melemah 1,25%, sektor energi 1,22%, sektor infrastruktur 1,2%, sektor barang konsumen non-primer 1,19%, dan sektor transportasi 1,13%.

Beberapa sektor lain juga mengalami pelemahan, termasuk sektor teknologi (0,71%), sektor barang baku (0,7%), sektor properti (0,6%), sektor perindustrian (0,2%), dan sektor keuangan (0,11%).

Pilarmas Investindo Sekuritas mengidentifikasi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sebagai salah satu faktor penekan sentimen pasar. Harga minyak mentah yang masih bertahan tinggi, ditambah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi perang yang berlanjut hingga pemilihan paruh waktu AS pada November, turut memicu kekhawatiran.

Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, yang menjadi perhatian pelaku pasar. Harga minyak di atas US$ 100 per barel berpotensi mendorong inflasi dan menambah beban subsidi energi pemerintah.

Kekhawatiran pasar semakin menguat setelah pejabat tinggi AS dilaporkan memperingatkan Trump bahwa konflik tersebut dapat berlangsung hingga akhir masa jabatannya pada Januari 2029. Selain konflik geopolitik, perkembangan inflasi di Amerika Serikat juga turut dicermati. Data Producer Price Index (PPI) final demand menunjukkan peningkatan bulanan dari 0,1% menjadi 0,4%, sementara kenaikan tahunan tercatat dari 4,3% menjadi 4,6%.

Di pasar domestik, Pilarmas mencatat hasil survei Bank Indonesia yang menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 tumbuh 1,1% secara tahunan, membaik dari kontraksi 3% pada Juni 2026. Namun, kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi tantangan bagi APBN terkait kebutuhan subsidi energi.

Cuan Besar di Tengah Pelemahan IHSG

Di tengah pelemahan IHSG, lima saham berhasil memberikan keuntungan signifikan dengan kenaikan harga antara 19% hingga 24% dalam sehari.

Saham PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) melesat 24,8% ke level Rp 372. PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) melonjak 24,3% menjadi Rp 505, dan PT Mitra Investindo Tbk (MITI) juga naik 24,3% ke Rp 286.

Selanjutnya, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mencatat kenaikan 20% menjadi Rp 15.600, sementara PT Martina Berto Tbk (MBTO) terangkat 19,15% ke Rp 168.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan tajam. PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) longsor 14,5% ke Rp 106. PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) ambles 10,9% menjadi Rp 73, dan PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) jatuh 10,8% ke Rp 148.

Saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) terkikis 10% ke Rp 448, dan PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) turun 9,8% menjadi Rp 595.