Jurnal Indonesia — JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Noor Faizah Maenofie, istri dari Bupati Pemalang nonaktif, Anom Widiyantoro. Pemanggilan ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang tengah diselidiki KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa Noor Faizah Maenofie akan diperiksa terkait perkara yang menjerat suaminya, Anom Widiyantoro. Dalam pemeriksaan ini, Noor Faizah Maenofie akan dimintai keterangan terkait perannya sebagai anggota Dewan Pengawas RSUD dr. M. Ashari, sekaligus Kepala Puskesmas Mulyoharjo. “Ya (istri Bupati). (Dipanggil sebagai) saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi pemerasan di lingkungan Pemkab Pemalang tahun 2025-2026,” ujar Budi kepada wartawan pada Senin (7/9/2026).
Selain Noor Faizah Maenofie, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya dari kalangan swasta. Mereka adalah Irfandy Ajidharma, Tri Budi Ambarsari, dan Rizky Slamet Apriadi. Hingga kini, Budi belum merinci lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan yang akan disampaikan kepada para saksi tersebut. “Pemeriksaan dilakukan di gedung KPK Merah Putih,” tambah Budi.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Keempat tersangka tersebut adalah Anom Widiyantoro (AWI) selaku Bupati Pemalang, Mohamad Haris (GHA) selaku pihak swasta yang merupakan orang kepercayaan Bupati, Lilik Budi Suprianto (LBS) selaku pihak swasta, dan Iptu Setya Budi Dias Oktavianto (DIS) selaku staf administrasi di lingkungan KPK.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menduga bahwa Bupati Pemalang Anom Widiyantoro melakukan aksi pemerasan melalui orang kepercayaannya, Mohamad Haris alias Gus Haris. Total uang yang berhasil dikumpulkan dari praktik tersebut diduga mencapai Rp 1,98 miliar. Uang hasil pemerasan ini sebagian diberikan kepada Lilik Budi Suprianto, yang merupakan ayah dari Setya Budi. Lilik sendiri mengaku dapat mengurus perkara di KPK karena anaknya bekerja sebagai staf di lembaga antirasuah tersebut.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.