— JAKARTA – Jalan Raden Inten Raya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, mengalami kerusakan parah hingga amblas setelah dilintasi sebuah truk yang mengangkut muatan pasir. Akibat kejadian ini, sebagian besar badan jalan tidak dapat dilalui dan telah dipasangi garis polisi untuk keselamatan.

Menurut pantauan di lokasi pada Selasa (8/9/2026) siang, ruas jalan yang amblas tersebut berlokasi di dekat Kali Buaran dan Halte Transjakarta Simpang Buaran. Amblesan terjadi sekitar 4,5 meter, menyisakan hanya sekitar 1,5 meter jalan yang masih bisa digunakan.

Kondisi ini membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Sejumlah mobil yang datang dari arah Jalan Perumnas Raya menuju Jalan I Gusti Ngurah Rai terpaksa memutar balik. Jalan yang amblas tampak dalam dan telah diberi pembatas jalan serta spanduk pengumuman.

“Hati-hati jalan amblas. Mohon maaf jalan ditutup sementara,” demikian tertulis pada spanduk tersebut.

Seorang warga bernama Didi (25) menjelaskan bahwa insiden ini terjadi pada Rabu (2/9/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Ia melihat ada keramaian dan mendapati sebuah truk yang diduga baru dan tidak mengetahui jalur yang tepat, malah melintas di area tersebut.

“Dia malah lewat belakang. Harusnya jalur utama, depan Buaran Plaza. Jadi jalannya nggak kuat, ambles. (Muatannya) Pasir, pasir putih penuh,” ujar Didi. Ia menambahkan bahwa sebelumnya jalan terlihat baik-baik saja dan tidak diperuntukkan bagi kendaraan bertonase berat seperti truk tersebut.

Didi berharap agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan untuk memulihkan mobilitas lalu lintas di area tersebut.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa kerusakan terjadi pada bagian penyeberangan saluran air (crossing saluran air) di Jalan Raden Inten Raya, Klender, Duren Sawit.

“Benar, pada Rabu, 2 September 2026, terjadi kerusakan (amblas/jebol) pada crossing saluran air yang berada di Jalan Raden Inten Raya, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Berdasarkan informasi yang kami terima, kerusakan tersebut terjadi setelah truk bermuatan besar berhenti di atas crossing saluran air,” kata Dinarwenny saat dihubungi pada Selasa (8/9/2026).

Dinarwenny menambahkan bahwa pemilik truk telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi. Pihak Dinas Bina Marga tengah berupaya agar perbaikan jalan dapat segera dilaksanakan.

“Terkait perbaikan, pihak pemilik truk telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan tersebut dan diupayakan perbaikannya dapat dilakukan dalam waktu dekat,” tutupnya.