— Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria dengan jari jempol tangannya terjepit pintu KRL viral di media sosial. Kejadian ini mendapat perhatian dari KAI Commuter, yang kemudian memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut dan cara penanganannya.

Dalam rekaman yang beredar, tampak beberapa pengguna KRL lainnya berusaha membantu mengeluarkan jari jempol tangan pria yang terjepit di antara pintu kereta. Kejadian ini sontak menimbulkan riuh di dalam kabin.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Jumat (21/8). Insiden bermula ketika seorang pengguna KRL Rangkasbitung nomor 1776, yang dalam perjalanan dari Tanah Abang menuju Tigaraksa, mencoba masuk ke dalam kereta sesaat sebelum pintu menutup dan kereta akan berangkat dari Stasiun Tanah Abang.

“Petugas keamanan di Stasiun Tanah Abang yang sedang bertugas di peron 5-6 melihat seorang pengguna yang jari tangannya terjepit pintu karena memaksakan masuk ke dalam kereta saat pintu akan ditutup,” ujar Leza dalam keterangannya.

Mengetahui situasi tersebut, petugas keamanan di peron segera memberikan isyarat kepada petugas customer service on train (CSOT) yang berada di kabin belakang kereta. Isyarat tersebut bertujuan untuk memberitahukan adanya pengguna yang terjepit pintu di dalam rangkaian kereta.

“Usai diberi isyarat, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung No. 1776 berhenti dan membuka pintu sejenak di peron dan diberangkatkan kembali untuk memastikan bahwa pengguna yang terjepit sudah aman,” tambah Leza.

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan. Masyarakat diingatkan untuk tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta, terutama saat kondisi kereta sudah penuh atau saat pintu akan segera ditutup.

“Tindakan yang tidak tertib tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga dapat menyebabkan gangguan pada perjalanan Commuter Line dan pengguna lainnya,” pungkas Leza.