— Jonathan Putra Siregar berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih nilai rata-rata tertinggi di antara 403 peserta Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2026. Calon taruna asal Polda Kalimantan Tengah ini membeberkan kunci keberhasilannya terletak pada persiapan mandiri yang disiplin, baik dalam aspek akademik maupun fisik.

Untuk menghadapi ujian akademik, Jonathan tidak hanya mengandalkan bimbingan belajar online, tetapi juga aktif mencari soal-soal dari berbagai sumber di internet. Ia bahkan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat soal latihan bahasa Inggris dengan tingkat kesulitan tinggi. “Kiat-kiat yang saya lakukan di antaranya adalah dengan persiapan mandiri. Sumber belajar saya bermacam-macam, mandiri, itu dari online,” ungkap Jonathan.

Jonathan mengaku sengaja mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk dalam seleksi tingkat pusat, yang diketahuinya memiliki materi ujian lebih sulit dibandingkan tingkat daerah. “Saya menyiapkan segala kemungkinan terburuk karena saya dengar soalnya susah. Jadi saya latihan dengan soal-soal level paling sulit,” ujarnya.

Pemuda yang mengambil jeda satu tahun setelah lulus SMA (gap year) demi mewujudkan cita-citanya menjadi taruna Akpol ini, mengalokasikan waktu belajar akademik rata-rata 5,5 jam setiap hari. Ia membagi waktu belajarnya dalam tiga sesi: sesi pertama dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, sesi kedua pukul 13.00 hingga 14.30 WIB, dan sesi ketiga pada malam hari dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. “Kebanyakan sumber belajar saya dari internet dan belajar secara mandiri,” jelasnya.

Disiplin serupa juga diterapkan Jonathan dalam persiapan fisik untuk tes kesamaptaan jasmani. Ia menyusun program latihannya sendiri dengan mempelajari berbagai video rekomendasi dari media sosial, termasuk YouTube, yang fokus pada teknik lari dan latihan kekuatan seperti push-up dan sit-up. “Latihan fisik saya lakukan sendiri dengan intensif, tidak ada mentor. Saya hanya berlatih mandiri dengan sumber ilmu dari medsos dan youtube, video-video cara drill running, drill push up, drill sit up yang menunjang lari saya sehingga dapat 3.575 meter dalam 12 menit,” terangnya.

Latihan fisik dilakukan dua kali sehari. Sesi pagi dimulai pukul 05.00 hingga sekitar 06.30 WIB, sementara sesi sore dilaksanakan mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB. Intensitas larinya dalam seminggu bisa mencapai minimal 80 km hingga maksimal 150 km. “Latihan fisik jam 05.00 sampai jam 06.00 atau 6.30 pagi lalu jam 16.00-17.30 sore. Saya biasanya intensitas larinya dalam seminggu minimal 80 km, maksimal 150 km per minggu,” sebut Jonathan.

Dalam tes lari 12 menit, Jonathan mampu menempuh jarak 3.575 meter. Ia juga mencatat nilai Tes Potensi Akademik (TPA) 72 dan Tes Bahasa Inggris 82. Sebelumnya, Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Anwar menyebutkan bahwa kemampuan fisik peserta seleksi tahun ini mengalami peningkatan signifikan, dengan 20 peserta berhasil menembus jarak 3.200 meter dalam waktu 12 menit. “Bayangkan kekuatan fisiknya. Artinya mereka serius betul mempersiapkan diri,” pungkas Irjen Anwar.