— Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo menyatakan pentingnya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Upaya ini dilakukan secara masif melalui program edukasi yang menyasar sekolah, kampus, hingga pondok pesantren di seluruh Indonesia, sebagai langkah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Irjen Wibowo menyampaikan hal tersebut saat menanggapi fenomena pengguna jalan yang kerap mengabaikan keselamatan dan aturan berlalu lintas. Ia menilai bahwa tingginya angka pelanggaran harus diatasi melalui pendekatan preventif dan edukatif yang berkelanjutan, bukan semata-mata mengandalkan penindakan hukum di lapangan.

“Banyak langkah sudah kita lakukan di awal, mulai dari sosialisasi hingga edukasi sejak usia dini. Ingat bahwa lalu lintas ini adalah sebuah keniscayaan,” ujar Wibowo dalam program detikSore pada Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, aktivitas lalu lintas merupakan fondasi utama mobilitas masyarakat yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kesadaran menjaga keselamatan di jalan harus menjadi kebutuhan bersama.

Guna membumikan budaya tertib lalu lintas secara merata, Korlantas Polri merancang strategi edukasi berbasis komunitas dan lembaga pendidikan. Langkah ini diwujudkan melalui serangkaian program unggulan yang diterjunkan langsung oleh jajaran Polantas di tingkat pusat hingga daerah.

“Langkah-langkah yang kita lakukan selain edukasi juga sekalian sosialisasi. Kita mencoba masuk ke program polantas goes to school, polantas goes to campus, bahkan polantas goes to pesantren, serta komunitas-komunitas yang berpengaruh saat ini,” jelas Wibowo.

Melalui pendekatan ini, Korlantas tidak hanya menyampaikan aturan hukum tertulis, tetapi juga menanamkan etika dan kesadaran bertoleransi antarpengguna jalan. Irjen Wibowo berharap para pelajar, mahasiswa, santri, dan anggota komunitas dapat menjadi agen perubahan yang menularkan perilaku positif di lingkungan masing-masing.

“Mereka nantinya menjadi kepanjangan tangan kami untuk meneruskan informasi tentang tata cara, etika, dan ketertiban berlalu lintas. Ini harapan kita semua,” pungkasnya.