— JAKARTA – KAI Commuter Indonesia (KCI) melakukan penyesuaian pada jumlah perjalanan KRL rute Bogor-Jakarta Kota. Langkah ini diambil karena adanya kegiatan pemeliharaan rutin terhadap rangkaian kereta yang beroperasi. Ketua Komisi V DPR, Lasarus, meminta KCI segera menyiapkan kereta cadangan untuk memastikan pelayanan tetap optimal.

Lasarus menyatakan bahwa KCI seharusnya memiliki kereta cadangan ketika melakukan pemeliharaan rutin. Hal ini penting agar pengurangan jumlah kereta yang beroperasi tidak berdampak signifikan pada jumlah penumpang yang harus dilayani.

“Memang kesalahan mereka menurut saya ya harusnya kalau mau ada pemeliharaan kan harus ada kereta cadangan dong, gitu loh, jangan sampai nggak ada kereta cadangan,” ujar Lasarus kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Ia menambahkan bahwa pemeliharaan rutin memang diperlukan, kemungkinan besar berkaitan dengan aspek keselamatan perjalanan. Namun, Lasarus menekankan bahwa pemeliharaan tersebut seharusnya tidak sampai mengganggu pelayanan publik, terutama mengingat rute Bogor merupakan salah satu jalur KRL yang paling padat.

“Kenapa perlu pemeliharaan rutin? Mungkin berkaitan dengan keselamatan lah kali ya. Cuma kan masalahnya harusnya ketika itu dilakukan pemeliharaan, harusnya kan ada kereta cadangan supaya jumlah apa nama kereta dengan jumlah penumpang ini tetap bisa tertangani dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lasarus mendesak pemerintah dan operator KAI untuk segera mencari alternatif solusi guna mengatasi pengurangan jadwal perjalanan KRL ini. Ia mengkhawatirkan masalah akan semakin membesar jika proses pemeliharaan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

“Harusnya dong segera dicarikan alternatif gitu loh. Kami dari Komisi V mencari segera mencari alternatif. Mau sampai kapan ini pemeliharaan? Kan gitu. Kalau berhari-hari kan repot. Dalam satu hari aja udah menimbulkan masalah, kan? Apa lagi dua hari, tiga hari gitu loh. Pemeliharaan kan belum tentu satu-dua hari,” ungkapnya.

“Harusnya kan disiapkan kalau tahu udah ada pemeliharaan rutin. Jadi intinya dari Komisi V minta supaya pemerintah dalam hal ini operator PT KAI untuk menyediakan kereta alternatif supaya penumpang tuh tetap mampu bisa ditangani walaupun sedang dilakukan pemeliharaan rutin,” imbuhnya.

Sebelumnya, belasan perjalanan KRL rute Bogor-Jakarta Kota dan sebaliknya dilaporkan dibatalkan pada Senin (7/9) pagi. KAI Commuter Indonesia (KCI) mengonfirmasi bahwa penyesuaian jadwal perjalanan Commuter Line Jabodetabek ini bersifat sementara.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa penyesuaian jadwal dilakukan karena menyesuaikan jumlah sarana yang dioperasikan. “Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL yang ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan,” kata Karina dalam keterangannya, Senin (7/9).

Karina menambahkan, pada hari penyesuaian tersebut, terdapat 17 perjalanan Commuter Line yang dilakukan penyesuaiannya, meliputi jadwal keberangkatan pada pagi hari, sore, dan malam. Dengan penyesuaian ini, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.048 perjalanan Commuter Line di seluruh lintas, berkurang dari sebelumnya yang mencapai 1.065 perjalanan setiap harinya.