— JAKARTA – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dan transparan kasus kematian Sutrimo yang ditemukan di depan sebuah klinik kecantikan di Jakarta Selatan. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya kepolisian dalam mengungkap kasus ini secara profesional.

Habiburokhman menyoroti banyaknya pertanyaan publik terkait kondisi korban saat ditemukan tewas, terutama adanya busa yang keluar dari mulut dan hidungnya. Ia menekankan pentingnya penjelasan ilmiah dari hasil penyidikan mengenai penyebab kondisi tersebut, mengingat kemiripan dengan gejala keracunan.

“Masyarakat bertanya soal foto kondisi almarhum yang mulut dan hidungnya berbusa. Harus diperjelas dengan penyidikan ilmiah apa penyebabnya, sebab kondisi tersebut mirip dengan korban keracunan,” ujar Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).

Ia menambahkan bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, segala bentuk penutupan informasi dapat memperburuk citra pemerintah. “Situasi saat ini, kita berada di tengah arus keterbukaan informasi. Kalau ada yang ditutupi, tentu akan memperburuk citra pemerintah,” tuturnya.

Polisi Terus Dalami Penyebab Kematian

Pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kematian Sutrimo dan belum menyimpulkan hasil investigasi. Olah tempat kejadian perkara (TKP) kembali dilakukan di lokasi klinik yang beralamat di Jalan Kramat Pela RT 11/RW 11, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tim khusus gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan diturunkan untuk memetakan kronologi kejadian serta mengungkap penyebab kematian korban.

Informasi yang beredar menyebutkan korban pertama kali ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah. Namun, kepolisian masih melakukan verifikasi terhadap identitas dan latar belakang korban.

“Masih didalami,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Minggu (26/7).