— Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) sedang merancang jalur pengembangan keterampilan kerja bagi para siswa Sekolah Rakyat. Opsi ini disiapkan sebagai alternatif bagi lulusan pendidikan menengah atas untuk membekali diri sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya keberlanjutan pendidikan bagi siswa Sekolah Rakyat. Ia berharap setiap anak yang lulus Sekolah Dasar (SD) dapat melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan bagi yang berprestasi dapat memilih Sekolah Garuda atau tetap melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Sekolah Rakyat.

“Sesuai harapan Pak Presiden, setiap anak sekolah rakyat yang lulus SD wajib meneruskan ke SMP. Yang SMP yang jago-jago, yang pintar silakan nanti daftar ke Sekolah Garuda atau tetap meneruskan di SMA Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat acara makan malam bersama 409 siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan, Minggu (6/9). Acara tersebut dihadiri oleh siswa dari berbagai jenjang, termasuk 77 siswa SMA kelas 10, 148 siswa SMA kelas 11, 82 siswa SMP kelas 7, 72 siswa SMP kelas 8, dan 30 siswa SD.

Gus Ipul menjelaskan bahwa setelah lulus SMA, siswa Sekolah Rakyat akan memiliki dua pilihan utama. Bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan memenuhi persyaratan, mereka akan didukung dengan beasiswa. Sementara itu, bagi siswa yang memilih untuk segera memasuki dunia kerja, mereka akan diarahkan untuk mengikuti pelatihan keterampilan yang relevan dengan minat dan potensi mereka.

Untuk mematangkan opsi jalur pekerja terampil ini, Gus Ipul menggandeng mantan Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungky Sumadi. Pungky Sumadi akan dilibatkan dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum keterampilan yang sesuai bagi siswa Sekolah Rakyat.

“Kalau menjadi pekerja terampil, maka harus mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan minat dan paketnya. Jalur inilah yang nanti akan kita diskusikan lebih lanjut dengan Pak Pungky,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul menilai pengembangan keterampilan sangat krusial untuk membekali siswa agar tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang dicari di dunia kerja. Pendekatan ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk memilih masa depan mereka berdasarkan kemampuan dan ketertarikan pribadi, sehingga pelatihan yang diberikan lebih terarah dan relevan dengan pilihan karier.

Apresiasi dari Siswa

Program pengembangan keterampilan ini disambut baik oleh para siswa. Salah satunya adalah Linggar Ardiansyah (17), seorang siswa Sekolah Rakyat yang sempat berhenti sekolah selama dua tahun. Selama masa tersebut, Linggar bekerja serabutan untuk membantu ayahnya memenuhi kebutuhan hidup, termasuk menjadi tukang sapu, penjaga toilet, hingga kernet angkot.

Kesempatan untuk kembali bersekolah melalui Sekolah Rakyat menjadi sangat berarti baginya. Linggar kini dapat belajar kembali sekaligus mengembangkan minat dan keterampilannya. Ia mengungkapkan kegembiraannya, “Karena saya masuk IPA, saya sekarang suka matematika. Jujur, saya belajar banyak hal. Di SRMA saya dulu, saya belajar keterampilan, khususnya tata boga. Saya memang hobi masak.”

Pengalaman Linggar menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya tempat untuk pendidikan formal, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan dan menemukan potensi diri. Banyak siswa lain yang juga berbagi cerita serupa tentang perubahan positif yang mereka rasakan setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat, yang menjadi penyemangat bagi siswa baru.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga berinteraksi langsung dengan para siswa, mendengarkan keseharian dan perubahan yang mereka alami. Suasana makan malam semakin hangat dengan penampilan band siswa yang membawakan sejumlah lagu populer.

Gus Ipul berpesan kepada seluruh siswa untuk senantiasa menghormati dan menyayangi orang tua, terlepas dari kondisi ekonomi keluarga. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan orang tua seperti buruh, pekerja bangunan, atau pekerja rumah tangga, bahkan yang sedang tidak memiliki pekerjaan sekalipun, tidak boleh mengurangi rasa bangga dan hormat anak kepada orang tua.

Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai momentum untuk membangun masa depan yang lebih baik dan membahagiakan orang tua. Dengan penguatan pendidikan dan keterampilan ini, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan pilihan masa depan masing-masing.