— JAKARTA – Nanik Sudaryati Deyang telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil agar Nanik dapat fokus menjalani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya, termasuk berobat ke luar negeri.

Kabar pengunduran diri Nanik dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Menurut Dirgayuza, Nanik telah berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026).

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza, mengutip dari detiknews.

Nanik sendiri telah menyampaikan pengunduran dirinya melalui media sosial. Dengan berat hati, ia meminta maaf kepada Presiden Prabowo karena harus meninggalkan jabatannya demi memulihkan kondisi kesehatannya.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya,” ungkap Nanik.

Nanik menjelaskan bahwa keputusannya untuk berobat ke luar negeri bukan karena ketidakpercayaan terhadap kemampuan dokter di Indonesia. Ia hanya ingin mendapatkan pendapat medis tambahan atau opini kedua (second opinion) atas kondisi jantungnya.

“Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” jelasnya.

Kepala BGN Nanik S. Deyang memberikan keterangan pers pertama kali usai ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana, di Kantor Pusat BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). Foto: Retno Ayuningrum

Netizen Kaget dan Ramai Mendoakan

Pengumuman pengunduran diri Nanik ini langsung menyita perhatian publik, khususnya para netizen. Banyak warganet yang mengaku terkejut karena Nanik baru menjabat sebagai Kepala BGN sekitar satu setengah bulan.

Berbagai komentar dukungan dan doa membanjiri media sosial. Akun @sinau2024 misalnya, mendoakan agar Nanik lekas sembuh dan menekankan bahwa kesehatan lebih utama daripada jabatan. “Semoga lekas diberi kesembuhan, Bu Nanik. Urusan jabatan bisa diganti orang lain, tapi kesehatan cuma satu yang harus dijaga sendiri. Selamat menjalani pengobatan, semoga hasilnya baik dan bisa kembali sehat sepenuhnya,” tulisnya.

Komentar serupa juga datang dari @suaranyagenz yang menyatakan, “Semoga lekas pulih dan diberi kesehatan. Jabatan bisa digantikan, tapi kesehatan memang nggak bisa ditunda.” Sementara itu, @Darril09 berharap agar Nanik cepat sembuh dan keputusannya dapat memberikan dampak positif bagi perbaikan BGN. “Semoga cepat sembuh ya ibu. Apapun keputusannya semoga BGN beneran berbenah dari pergantian Deputi yang kompeten semoga memberikan efek sampai ke SPPG di seluruh Indonesia,” katanya.

Meskipun reaksi publik didominasi oleh empati dan doa, sebagian netizen juga menyoroti pergantian pimpinan BGN dalam waktu yang relatif singkat. Mereka berharap agar perubahan ini tidak mengganggu pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang (kiri) usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana serta Agustina Arumsari dan Trenggono menjadi Wakil Kepala BGN menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Nanik dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Pelantikannya dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026.

Selama menjabat, Nanik dilaporkan telah mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menemukan 414 SPPG bermasalah, dan membentuk 11 tim reformasi untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG.

Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengunduran diri tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai pelaksana tugas atau Kepala BGN definitif pengganti Nanik.