— Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kantor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penggeledahan dilaksanakan pada Rabu (9/9). Dari kedua lokasi tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan proyek di Kabupaten Muara Enim, serta barang bukti elektronik lainnya. Dokumen dan barang bukti elektronik ini kini tengah dianalisis dan ditelaah lebih lanjut oleh penyidik.

Sebelumnya, Bupati Edison ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada Senin (8/6). Sehari setelah penangkapan, tepatnya pada Selasa (9/6), KPK secara resmi menetapkan Edison sebagai tersangka. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani; keponakan Bupati, Adi Triyadi; dan Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.

Diduga, Edison menerima suap sebesar Rp 500 juta yang disalurkan melalui Abi Nurwardani. Suap ini diduga terkait dengan ‘menjaga hubungan baik’ agar PT MSA, sebagai supplier smart board, mendapatkan proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim pada tahun 2025. Selain itu, Abi Nurwardani juga diduga menerima setoran dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. KPK berhasil menyita uang tunai sekitar Rp 1,9 miliar terkait perkara ini.

Dalam perkembangan terpisah, pada Rabu (10/6), KPK juga melakukan OTT terhadap lima Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kelima orang tersebut kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dari pihak Bupati Edison kepada pihak BPK. KPK mengungkap adanya permintaan uang sebesar Rp 1,6 miliar dari pihak BPK untuk mengubah hasil audit.

Kelima tersangka dalam kasus dugaan suap ke BPK ini adalah Angga (swasta), Titin Rita Lestari (ASN/Pengendali Teknis), Edison (Bupati Muara Enim), Cory Erin Hardi (marketing PT Millenium Solusi Abadi), dan Fika (Direktur PT Millenium Solusi Abadi).