Jurnal Indonesia — YOGYA – Suasana ujian proposal tesis di Program Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta mendadak tak biasa. Seorang mahasiswa bernama Yogi Fajar Darmawan memilih tampil dengan kostum lengkap Kamen Rider Black saat menghadapi dosen penguji.
Aksi nyentrik Yogi ini sontak menjadi sorotan dan viral di media sosial. Namun, di balik penampilannya yang mencolok, terdapat alasan akademis kuat yang mendasari pilihan tersebut, berkaitan langsung dengan topik penelitian tesisnya.
“Awal mulanya saya menulis itu berangkat dari pengalaman pribadi saya sebagai pelaku cosplayer. Saya sering dibilang anak yang kekanak-kanakan, belum dewasa, kebanyakan mengkhayal. Bahkan pernah dianggap pengamen di jalan saat cosplay jadi Kamen Rider,” ungkap Yogi saat dihubungi.
Pengalaman serupa juga dialami Yogi ketika memerankan karakter Kiryu Kazuma dari serial game Yakuza. Dalam penampilannya, ia mengikuti koreografi karakter dengan membuka baju untuk memperlihatkan tato naga di punggung.
“Kalau di kalangan cosplayer, itu memang bagian dari karakter. Tapi orang yang belum paham cosplay menganggap itu tidak senonoh karena buka baju di tempat umum,” jelasnya.
Pengalaman-pengalaman inilah yang mendorong Yogi untuk mengangkat stigma terhadap cosplayer sebagai topik utama tesisnya. Ia juga menemukan bahwa banyak anggota komunitas cosplay di Bandar Lampung menghadapi perlakuan serupa yang memicu pandang negatif dari masyarakat.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.