— JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan pembangunan berbagai infrastruktur pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Fokus utama peninjauan adalah progres pembangunan Sabo Dam Aek Tua dan Sabo Dam Sigala-gala.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (10/9/2026) ini turut dihadiri oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu. Dalam kunjungannya, Mendagri Tito secara langsung mengamati kemajuan pembangunan dan memberikan arahan kepada para pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek tersebut.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur, Tito juga menyempatkan diri mengunjungi hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana. Pada kesempatan tersebut, sejumlah bantuan diserahkan kepada warga yang membutuhkan.

Tujuan utama kedatangan Mendagri adalah untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-stakeholder untuk memprioritaskan percepatan penanganan bencana.

“Ini masalah kemanusiaan. Kita berdosa kalau seandainya rakyat tidak ditolong, sementara kita memiliki kemampuan membantu mereka,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (11/9/2026).

Lebih lanjut, Mendagri Tito juga mengecek kemajuan pembangunan hunian tetap (huntap) yang berlokasi di kawasan Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah.

Mendagri menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp 213 miliar pada April 2026 dan Rp 14 miliar pada Agustus 2026 untuk Kabupaten Tapteng. Ia menegaskan bahwa anggaran tersebut harus diprioritaskan sepenuhnya untuk kebutuhan penanganan pascabencana.

“Nah, itu pasti akan saya awasi uangnya dipakai buat apa? Prioritas untuk bencana. Surat Edaran sudah saya buat untuk petunjuk,” tegasnya.