— JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan pameran seni bertajuk “Canvas of Dreams 2026”. Ajang ini dirancang sebagai ruang ekspresi dan apresiasi terhadap kreativitas seni serta literasi bagi pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Indonesia, yang diinisiasi oleh salah satu media nasional.

Gus Ipul menekankan bahwa kegiatan semacam ini menjadi wadah penting yang memberikan kesempatan bagi anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang menyandang disabilitas, untuk menampilkan karya sesuai dengan bakat masing-masing. “Jadi terima kasih Kompas, ini bisa memotivasi banyak anak-anak Indonesia untuk menumpahkan semua bakatnya terutama bagi yang ingin melukis, mungkin mereka menulis, mereka mungkin hobi fotografi, macem-macem ya yang semuanya itu adalah bagian dari menciptakan kesempatan,” ujar Gus Ipul dalam siaran pers yang diterima pada Senin, 27 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul setelah meninjau langsung pameran seni yang berlangsung di Galeri Bentara Budaya, Menara Kompas Lantai 8, Jakarta. Pameran ini juga dimeriahkan oleh penampilan memukau dari paduan suara dan pembacaan puisi yang dibawakan oleh siswa dari SRMA 9 Jakarta dan SRMA 10 Jakarta. Para siswa tampil dengan penuh percaya diri, melantunkan lagu dan puisi secara bergantian yang disambut antusias oleh para peserta.

Gus Ipul menambahkan, “Ini adalah anak-anak yang sudah memperoleh pendidikan (Sekolah Rakyat) selama satu tahun. Berasal dari dua sekolah, satu di Pondok Indah, satu di Pasar Rebo.” Ia berharap acara seperti “Canvas of Dreams” dapat terus diselenggarakan di masa mendatang dengan melibatkan lebih banyak peserta, khususnya anak-anak.

“Tidak hanya soal menang sebenernya, ini soal keberanian dan kesempatan, itu yang paling penting dari acara ini,” tegas Gus Ipul, menekankan nilai utama dari pameran tersebut. Ketua Panitia “Canvas of Dreams 2026”, Wawan, melaporkan bahwa dalam kurun waktu sekitar satu bulan, panitia berhasil mengumpulkan lebih dari seribu karya dari anak-anak yang berasal dari 113 kabupaten/kota di 26 provinsi.

Dari ribuan karya yang terkumpul, dilakukan proses penyaringan (screening) yang menghasilkan 103 karya nominasi. Nama-nama nominasi tersebut telah diumumkan di Harian Kompas pada 24 Juli lalu. Selanjutnya, dari 103 nominasi tersebut, dipilih 10 karya terbaik yang menerima apresiasi. Karya-karya tersebut mencakup berbagai kategori, seperti lukisan, komik, cerpen, puisi, dan video pendek. “Semuanya bagus-bagus, semuanya baik-baik, jadi yang dipilih, yang diberi apresiasi,” tutur Wawan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turut menyampaikan pandangannya bahwa ajang ini secara nyata menunjukkan semangat generasi muda dalam mengekspresikan gagasan-gagasan luar biasa melalui berbagai bentuk karya. “Melihat karya-karya itu, saya semakin yakin bahwa dengan berbagai prestasi dan ajang ini, Indonesia Emas 2045 yang diadakan pak Presidan Prabowo akan terwujud,” ujar Abdul Mu’ti.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, CEO KG Media Andy Budiman Kumala, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Tri Agung Kristanto, Pemimpin Redaksi Harian Kompas (Kompas.id) Haryo Damardono, Direktur Bisnis Harian Kompas (Kompas.id) Lukminto Wibowo, Direktur Corporate Communication Kompas Gramedia Glory Oyong, serta para pemangku kepentingan lainnya.