— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menduduki peringkat teratas dalam survei Government Performance Assessment yang dirilis oleh lembaga riset politik dan kebijakan publik, IndexPolitica Indonesia. Amran meraih skor tertinggi sebesar 91.

Dalam daftar 10 menteri dengan kinerja terbaik, Amran Sulaiman berada di posisi pertama. Di bawahnya menyusul Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dengan skor 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang meraih skor 85.

IndexPolitica Indonesia menekankan bahwa penilaian ini berfokus pada pencapaian kinerja kementerian yang dapat diukur dan diverifikasi, bukan semata-mata pada popularitas atau tingginya eksposur media seorang menteri.

Metode evaluasi yang digunakan adalah pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan teknik Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). Founder sekaligus peneliti senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menjelaskan perbedaan mendasar antara kinerja dan popularitas.

“Yang kami ukur adalah kinerja, bukan popularitas. Menteri yang sering diberitakan belum tentu menteri dengan kinerja terbaik,” ujar Denny dalam keterangannya pada Senin (7/9/2026). Ia menegaskan bahwa tingginya pemberitaan tidak serta-merta mencerminkan kualitas kinerja seorang menteri.

Penilaian kinerja kementerian oleh IndexPolitica didasarkan pada enam dimensi dengan total bobot 100%. Keenam indikator tersebut meliputi Policy Output (20%), Policy Outcome (25%), Implementation Effectiveness (20%), Public and Economic Impact (15%), Policy Innovation (10%), dan Intergovernmental Coordination (10%).

Dimensi Policy Outcome memiliki bobot terbesar, yaitu 25%, karena mengukur perubahan atau hasil substantif yang timbul dari kebijakan pemerintah. Evaluasi ini tidak hanya melihat jumlah program yang dijalankan, tetapi juga sejauh mana kebijakan tersebut menghasilkan perubahan yang dapat dibuktikan melalui indikator terukur.

Khusus untuk Kementerian Pertanian, IndexPolitica mengidentifikasi sejumlah indikator sektoral yang digunakan untuk mengukur kinerja. Indikator tersebut mencakup produksi pangan, stok pangan, dan produktivitas, yang merupakan bagian dari pengukuran output dan outcome yang dapat diverifikasi melalui data sektoral.

Penilaian ini dikaitkan dengan berbagai kebijakan di sektor pertanian yang selama dua tahun terakhir difokuskan pada peningkatan produksi, produktivitas, dan penguatan stok pangan. Beberapa program yang telah dijalankan antara lain penguatan irigasi dan pompanisasi, penyediaan benih, mekanisasi pertanian, pupuk, percepatan tanam, serta peningkatan produktivitas.

IndexPolitica menyatakan bahwa metodologi yang digunakan bertujuan untuk membedakan kementerian yang aktif menjalankan program atau banyak diberitakan dengan kementerian yang benar-benar mampu menghasilkan perubahan kebijakan dan output yang terukur.

“Popularitas adalah persepsi. Kinerja adalah delivery. Karena itu, keduanya tidak boleh dicampur dalam satu indikator,” tandas Denny.