Jurnal Indonesia — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kunjungan ini mencakup peninjauan langsung terhadap fasilitas yang ada, termasuk kolam budi daya sidat yang dikelola oleh warga binaan atau narapidana (napi).
Menteri Agus menyatakan bahwa program budi daya sidat ini telah berjalan selama tujuh bulan, dimulai sejak Januari 2026. Lahan yang kini dimanfaatkan untuk kolam tersebut sebelumnya merupakan lahan tidur atau lahan yang tidak terpakai. Agus menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan ini berawal dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di awal masa jabatannya.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menanyakan perihal hasil panen dan target pasar dari budi daya sidat tersebut. Menteri Agus memaparkan bahwa meskipun target pasar sudah teridentifikasi, proses penjualan belum dapat dilakukan secara optimal karena kolam masih dalam tahap panen parsial.
“Ini belum, Ndan. Masih panen parsial,” ujar Menteri Agus menanggapi pertanyaan Dudung mengenai ketersediaan pembeli. Ia menambahkan bahwa realisasi pemasaran sidat diprediksi baru dapat terlaksana pada tahun depan. Sidat sendiri dikenal memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi, menjadikannya komoditas yang menjanjikan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.