— MALANG – PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur sukses menggelar acara bincang inspiratif bertajuk RedTalks 2026 di Malang, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini menarik antusiasme ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah tersebut.

RedTalks 2026 dirancang sebagai forum diskusi interaktif yang bertujuan menyerap aspirasi dari kalangan generasi muda. Acara ini dipandu oleh komedian Abdel Achrian, yang berdiskusi bersama pengamat politik Rocky Gerung dan Budayawan Dwi Cahyono.

Dalam sesi diskusi, Rocky Gerung mengajak para mahasiswa untuk berani menagih komitmen partai politik dan bersikap tegas. Ia menekankan pentingnya arah perjuangan partai.

“Kita ingin tagih partai-partai, Indonesia didirikan untuk menempuh jalan kiri. Jadi Anda jangan takut tersesat di jalan kiri, karena Anda pasti tersesat di jalan yang benar,” ujar Rocky dalam keterangan tertulisnya.

Pernyataan tersebut memicu mahasiswa untuk menyuarakan keresahan mengenai kondisi yang mereka sebut sebagai ‘Burnout Society’. Salah satu perwakilan mahasiswa mengkritik partai politik yang dinilai telah kehilangan ideologi dan hanya mengandalkan pencitraan atau gimmick semata.

“Per hari ini kita lihat partai politik, bedanya satu sama yang lain apa? Enggak ada. Partai ini seharusnya menjadi pelopor perjuangan ideologi dan kesadaran kelas,” kritik perwakilan mahasiswa tersebut.

Ia juga menyoroti minimnya gagasan yang dikhawatirkan mengancam kualitas partisipasi pemilih pemula. “Demokrasi yang seharusnya berfondasi pada intelektualitas akan jatuh ke jurang Idiotkrasi,” tambahnya.

Menanggapi keresahan tersebut, Abdel Achrian memberikan pandangan dari sisi dunia hiburan. Ia menekankan pentingnya anak muda mempertahankan persona asli mereka tanpa harus dipaksakan serupa demi menarik suara.

“Jangan diubah Persona anak muda supaya pemilih muda bisa tertarik. Partai politik kalau menurut saya tidak bisa disamakan sama barang jualan,” ujar Abdel dalam analoginya.

Budayawan Dwi Cahyono menambahkan bahwa memang terdapat kesenjangan antara instrumen politik dan masyarakat akar rumput. Namun, ia menilai pemuda di Malang Raya tetap memiliki kebebasan dalam menentukan arah pergerakan mereka.

“Oleh karena itu memperjuangkan aspirasi politik anak-anak muda lewat partai politik atau tidak, karena masih ada jalan lain, itu adalah satu pilihan,” kata Dwi merangkum dinamika diskusi.

Menjawab berbagai aspirasi yang disampaikan, PDIP Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menyediakan ruang kolaborasi yang luas bagi anak muda.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan bahwa RedTalks akan terus dijadikan sebagai wadah bagi partai untuk menampung masukan dan aspirasi dari anak muda serta masyarakat umum.

“Harapan kami RedTalks cakupan wilayahnya semakin luas di masing-masing kabupaten/kota, mau itu di kampus, di warung kopi, di kafe, buatlah acara-acara seperti ini agar masukan dari lingkungan paling kecil bisa kemudian ditampung,” kata Deni.

Deni menambahkan, PDIP akan konsisten menggelar RedTalks di berbagai daerah agar seluruh lapisan masyarakat dapat menyampaikan masukannya kepada pemerintah. “Kami di PDIP akan mencoba menata, menampung asipirasi, kemudian bisa merumuskan aspirasi itu menjadi satu kebijakan. Baik kebijakan internal partai maupun kami akan menugaskan kader-kader PDIP yang ada di legislatif maupun eksekutif,” terangnya.

PDIP Jatim berharap RedTalks 2026 dapat terus memfasilitasi dialog yang terbuka dan jujur demi merumuskan kebijakan yang relevan untuk membawa perubahan positif bagi generasi penerus bangsa.