Jurnal Indonesia — Polisi telah menyelesaikan kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klinik ini merupakan lokasi di mana Sutrimo ditemukan sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Proses olah TKP yang dimulai pada pukul 13.10 WIB dilaporkan selesai pada pukul 14.13 WIB. Dalam kegiatan tersebut, petugas terlihat membawa tiga bungkusan kertas berwarna coklat. Setelah selesai, garis polisi kembali dipasang di pagar dan pintu masuk Klinik Mordent.
Kasubnit Resmob Polres Jaksel, Ipda Robby Pasha, menjelaskan bahwa barang bukti yang diamankan akan dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Namun, ia belum merinci jenis barang bukti yang dibawa.
“(Dibawa) Ke ini, Labfor, seperti yang kita ketahui tadi ya,” ujar Robby saat ditemui di lokasi.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Korban diduga adalah Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas pasti korban.
“Masih didalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan pada Minggu (26/7).
Budi Hermanto menambahkan bahwa korban ditemukan tidak sadarkan diri pada hari Kamis (23/7). Selanjutnya, korban segera dilarikan menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan di sana dinyatakan telah meninggal dunia.
“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucap Budi.
Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan terus mendalami kasus ini. Polisi telah mengambil keterangan dari pihak keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak-pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Selain itu, polisi juga tengah mendalami riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya korban, serta berbagai informasi terkait lainnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.