Jurnal Indonesia — JAKARTA – Empat orang pemuda diamankan aparat kepolisian saat melakukan patroli di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari tangan mereka, petugas menyita 13 klip ganja yang diduga narkotika.
Penangkapan ini dilakukan oleh personel gabungan dari Brimob Polda Metro Jaya dan Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Utara pada Kamis (10/9/2026) dini hari. Patroli rutin dilakukan di Jalan Sungai Bambu, Tanjung Priok, sebagai upaya mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan.
Saat melakukan penyisiran, petugas mendapati empat pemuda yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor. Gerak-gerik mereka yang mencurigakan membuat petugas menghentikan kendaraan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari pengecekan itu, ditemukan 13 klip diduga ganja, uang tunai Rp605 ribu, empat handphone, serta satu unit sepeda motor,” ujar Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, dalam keterangannya.
Keempat pemuda beserta barang bukti yang ditemukan kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara. Mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik untuk mengetahui asal-usul barang bukti dan dugaan tindak pidana yang dilakukan.
Kombes Henik Maryanto menyatakan bahwa kegiatan patroli malam akan terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di kawasan yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya ini merupakan langkah preventif untuk mencegah berbagai aktivitas yang dapat meresahkan warga.
“Personel terus melakukan patroli secara rutin dan mengambil langkah sesuai situasi yang ditemukan di lapangan sebagai upaya menjaga keamanan masyarakat,” kata Henik.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa patroli rutin ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan adanya gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing melalui Layanan Polri 110.
“Polri akan terus hadir memberikan pelayanan dan menjamin keamanan masyarakat. Hubungi 110 Polri apabila menemukan adanya gangguan keamanan,” tutur Budi Hermanto.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.