Jurnal Indonesia — Magetan – Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), seorang prajurit TNI AU yang bertugas di Magetan, Jawa Timur, diduga meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar. Ayah almarhum, Toni, mengungkapkan bahwa anaknya diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya di lingkungan asrama.
Menurut informasi yang diperoleh dari Toni, yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun, dugaan penganiayaan ini berawal dari tugas sederhana. Serda Ahmad diminta oleh seorang seniornya untuk membelikan makanan.
Persoalan muncul ketika makanan yang dibeli tidak sesuai dengan permintaan sang senior. Toni menceritakan, anaknya diduga dianiaya karena ia membawa mi kuah, padahal yang diminta adalah mi goreng. Ketidaksesuaian pesanan ini diduga memicu kemarahan seniornya di asrama.
“Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi goreng namun diberikan mi kuah,” tutur Toni dengan mata sembab kepada detikJatim, Jumat dini hari (11/9/2026), usai meratapi kepergian putranya.
Insiden dugaan penganiayaan ini dilaporkan terjadi dalam dua waktu. Pertama, pada Rabu malam, 9 September 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Kemudian, penganiayaan diduga kembali terjadi pada Kamis dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
“Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB,” terang Toni.
Toni menambahkan, almarhum Serda Ahmad diduga meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan oleh empat orang seniornya. Peristiwa tragis ini terjadi di asrama pada Kamis pagi, sekitar pukul 03.00 WIB.
“Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB tadi pagi. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.