— JAKARTA – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Al Washliyah DKI Jakarta menyerukan kepada seluruh pihak untuk senantiasa menjaga kedamaian dan persatuan bangsa. Pihaknya menekankan bahwa persatuan jauh lebih penting daripada kepentingan kelompok sesaat.

Seruan ini disampaikan oleh Ketua PW GPA DKI Jakarta, Dedi Siregar, dalam sebuah jumpa pers yang digelar pada Minggu (23/8/2026). Dedi secara tegas menolak setiap aksi yang mengandung unsur provokasi, hasutan, atau percobaan perusakan fasilitas umum.

“Kami Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta menyatakan tegas menolak rencana aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu, serta Aliansi Rakyat Peduli Indonesia atau ARPI di Gedung DPR pada 27 Agustus 2026 apabila aksi tersebut membawa narasi yang berpotensi memprovokasi masyarakat, mengandung hasutan atau mengandung perpecahan, apalagi kalau mencoba merusak fasilitas umum di Jakarta,” tegas Dedi Siregar di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Dedi mengakui bahwa pihaknya menghormati aksi unjuk rasa sebagai salah satu bagian penting dari proses demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan yang dimiliki harus tetap dibarengi dengan batasan yang diperbolehkan.

“Kami menegaskan bahwa kebebasan penyampaian pendapat merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun kebebasan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas yang kemudian digunakan untuk membangun provokasi, menyebarkan narasi yang tidak bertanggung jawab, ataupun mengadu domba masyarakat,” ujar dia.

Lebih lanjut, Dedi mengimbau agar kelompok yang berencana mengadakan aksi tidak mengklaim bahwa mereka merepresentasikan seluruh rakyat Indonesia. Pihaknya menolak segala bentuk upaya provokasi yang menggunakan nama rakyat sebagai legitimasi.

“PW GP Al Washliyah DKI menolak segala bentuk upaya provokasi yang menggunakan label rakyat sebagai legitimasi untuk menyampaikan kepentingan kelompok. Tidak boleh ada satu kelompok aliansi yang secara sepihak mengklaim dirinya sebagai representasi bahwa seluruh rakyat Indonesia itu bagian dalam gerakan aksi tersebut,” katanya.

Dedi juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga Jakarta, yang ia sebut sebagai rumah bersama. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan, sikap, maupun pilihan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling mempertentangkan sesama anak bangsa, karena persatuan bangsa jauh lebih berharga untuk dipertaruhkan demi kepentingan kelompok.

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:

  • Menolak segala bentuk provokasi yang mengatasnamakan rakyat apabila narasi yang dibawa berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Menegaskan bahwa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB), serta Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) tidak memiliki legitimasi untuk mengklaim mewakili seluruh rakyat atau bangsa Indonesia.
  • PW GP Al Washliyah DKI Jakarta menginginkan Jakarta tetap damai. Menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi, tetapi tidak sampai aksi berubah menjadi provokasi, tindakan anarkis, ataupun membuat Jakarta kacau.
  • Menolak segala bentuk provokasi dan tindakan yang dapat memicu kekacauan di Jakarta.
  • Menjadikan Jakarta sebagai tempat menyampaikan aspirasi dengan damai, bukan sebagai arena konflik. Jika ada persoalan, hendaknya disampaikan dengan damai dan tidak ada pihak yang sengaja memancing situasi untuk provokasi.
  • Mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan dialog dan mekanisme konstitusional dalam menyelesaikan setiap persoalan.
  • Menolak provokasi, menolak aksi konfrontatif, serta menjaga persatuan dan kedamaian Jakarta.