— Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi telah dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta untuk masa bakti 2024-2029. Dalam kepemimpinannya, Rano Karno telah merancang empat program prioritas yang akan menjadi fokus utama gerakan Pramuka di Ibu Kota.

Rano Karno menekankan pentingnya kehadiran Pramuka di tengah masyarakat dan perannya sebagai mitra pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan perkotaan. Ia meyakini Gerakan Pramuka memegang peranan strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta.

“Dengan tulus hati, saya menerima kehormatan dan kepercayaan yang diberikan sebagai Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta masa bakti 2024-2029,” ujar Rano Karno dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Kwarda DKI Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Ia memaparkan bahwa kepengurusan baru Kwarda DKI akan memfokuskan program kerja pada empat agenda utama. Prioritas pertama adalah menjadikan Pramuka sebagai mitra pembangunan melalui program Pramuka Peduli. Rano Karno ingin Saka Kalpataru, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, serta Saka Wanabakti bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, untuk secara aktif mendukung gerakan pilah sampah dari sumbernya dan program penghijauan di ruang-ruang kota.

“Pramuka Jakarta harus berperan sebagai mitra pembangunan melalui program Pramuka Peduli,” tegasnya.

Agenda kedua berfokus pada penguatan pembentukan karakter generasi muda. Rano Karno berkeinginan agar Pramuka dapat menjadi pelopor dalam pencegahan perundungan (bullying), penyalahgunaan narkotika, hingga kekerasan terhadap anak. Hal ini akan dilakukan melalui kolaborasi erat dengan berbagai instansi terkait.

Selanjutnya, Rano Karno ingin Pramuka berperan sebagai penggerak pelestarian budaya Betawi. Ia berpendapat bahwa kegiatan kepramukaan harus hadir di berbagai ruang publik, mulai dari sekolah, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), balai warga, hingga festival budaya. Tujuannya adalah untuk menjaga identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budayanya.

“Gerakan Pramuka harus menjadi bagian penting dalam merawat dan melestarikan kekayaan budaya Betawi melalui ruang-ruang publik, sekolah, RPTRA, Balai Warga, maupun festival budaya,” tuturnya.

Program prioritas keempat adalah memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Rano Karno meminta seluruh anggota Pramuka untuk terus siaga membantu masyarakat, termasuk memperkuat dukungan penyediaan tenda dapur air saat terjadi keadaan darurat.

“Saya harap Saka Kencana bersama Dinas Kesehatan, dan Saka Rintisan Yudha Brama Jaya bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan tetap menyiagakan anggota untuk melindungi warga. Saya bersyukur kesiapsiagaan tenda dapur air Pramuka senantiasa hadir di setiap kejadian bencana di Jakarta,” jelasnya.

Menurutnya, kepengurusan Kwarda DKI akan tetap berpedoman pada arahan dari Kwartir Nasional, namun juga akan mengedepankan kekhususan yang sesuai dengan karakter Jakarta sebagai daerah khusus. “Secara tugas kepramukaan sudah ada guidance dari Kwarnas apa yang harus dilakukan, kita hanya memperkuat saja. Barangkali dengan Jakarta sebagai daerah khusus, ada kekhususan yang akan kita coba ciptakan untuk kepramukaan ini,” pungkasnya.