Jurnal Indonesia — Surabaya – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jatim berhasil mengungkap kasus peretasan yang dilakukan oleh seorang hacker bernama Adjani Ardhian Kusuma. Pelaku ditangkap karena meretas ratusan website, yang kemudian hasil peretasannya dijual untuk mempromosikan situs judi online.
Dalam melancarkan aksinya, tersangka menyisipkan file tertentu yang merusak sistem keamanan pada website target. Sasaran peretasan meliputi akun-akun milik sekolah, universitas, hingga instansi pemerintahan. Rinciannya, 80 website sekolah, 20 website universitas, 13 website pemerintah, dan 147 website swasta dalam negeri berhasil diretas. Selain itu, 1.570 website luar negeri juga menjadi korban peretasan.
“Dengan rusaknya sistem keamanan tersebut, data lalu lintas internet (network traffic) dicuri dan dikuasai tersangka. Kemudian dijual oleh tersangka melalui market, lalu kemudian akun atau domain subdomain tersebut keluar promosi perjudian,” ujar Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Jatim Kombes Bimo Ariyanto saat konferensi pers.
Data website yang telah diretas tersebut kemudian dijual oleh tersangka melalui beberapa grup di media sosial dengan harga mulai dari Rp 1 juta. Setelah mendapatkan pembeli, Ardhian akan memberikan akses berupa username dan password website yang telah diretas.
“Kemudian apabila terdapat pembeli, maka tersangka akan memberikan akses berupa username serta password website yang sudah diretas. Sehingga, pembeli bisa menggunakan data lalu lintas website tersebut untuk menaikkan rating pada mesin pencarian,” jelasnya.
Akibat peretasan ini, website korban mengalami kerusakan. Tampilan website dapat berubah menjadi halaman yang memuat konten perjudian online, dan sejumlah menu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Peretasan tersebut berdampak pada tampilan serta menu website yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, apabila menu pada website dipilih, maka tampilan website korban akan berubah menjadi halaman website bermuatan perjudian,” ungkap Bimo.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.