Jurnal Indonesia — Jakarta – Komisi III DPR RI menyoroti kasus kematian Sumarna (43), seorang petugas keamanan yang ditemukan tewas tenggelam dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Komisi III DPR mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan para pelaku segera ditangkap.
Wakil Ketua Komisi III DPR Sahroni menyatakan bahwa peristiwa tersebut tidak dapat ditolerir. “Para pelaku ditangkap dihukum berat karena melakukan kekejian yang nggak bisa ditolerir lagi, ini sungguh biadab,” ujarnya kepada wartawan pada Kamis (30/7/2026).
Sahroni juga menekankan perlunya evaluasi pengamanan objek vital guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. “Perlu evaluasi dan objek vital harus benar-benar dijaga dengan baik dan terhindar dari mereka-mereka yang melakukan kejahatan seperti Pak Satpam yang almarhum dan jangan sampai terulamg kembali,” tuturnya.
Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil senada dengan Sahroni. Ia meyakini tersangka akan segera ditangkap dan diadili. Nasir menegaskan bahwa apapun motif pelaku, pembunuhan keji tersebut tidak bisa dibenarkan, terutama mengingat korban tewas saat masih mengenakan seragam dinas.
“Apapun alasan dan motif pelaku, pembunuhan secara keji itu tidak bisa dibenarkan. Apalagi korban tewas dalam kondisi masih mengenakan seragam dinas,” ujar Nasir Djamil.
Nasir Djamil menambahkan, jika dugaan pembunuhan tersebut benar dilakukan oleh geng motor, maka ini adalah momentum yang tepat bagi pemerintah Jawa Barat dan kepolisian setempat untuk menertibkan serta membina anggota geng motor di wilayah hukum mereka.
Sumarna ditemukan tewas di tepian danau area Tanggul Ubrug, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7) siang. Saat ditemukan, korban yang masih mengenakan seragam dinas lengkap berada dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol ke belakang.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengusut kasus tersebut dan telah melakukan gelar perkara. Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto memberikan atensi khusus atas kasus ini dan telah menurunkan tim gabungan dari Polda Jawa Barat untuk membantu Polres Purwakarta dalam penyelidikan.
“Ya, Purwakarta, ini sedang dalam proses. Kita perintahkan jajaran kami, ini ada Pak Dirkrimum juga, ya,” kata Pipit Rismanto kepada awak media di Mapolda Jabar.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.