— Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah strategis dengan mengoptimalkan kapasitas internet satelit Satria-1. Tujuannya adalah untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap berjalan normal di wilayah Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, Sulawesi Utara. Upaya ini dilakukan selama masa perbaikan kabel optik bawah laut Palapa Ring Tengah yang mengalami gangguan akibat aktivitas tektonik.

Gangguan terdeteksi pada sebagian serat optik di segmen Melonguane-Morotai. Pemerintah menyatakan bahwa proses restorasi ini bersifat preventif untuk menjaga keandalan jaringan dan mencegah meluasnya gangguan layanan. Sementara itu, akses internet masyarakat dipastikan tetap terjamin melalui dukungan jaringan satelit Satria-1.

Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur Bakti Komdigi, Darien Aldiano, menyampaikan bahwa pemerintah telah mempersiapkan berbagai strategi mitigasi agar masyarakat tetap dapat mengakses telekomunikasi selama pekerjaan berlangsung. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia,” ujar Darien.

Sebagai langkah antisipasi, Bakti telah melakukan peningkatan kapasitas bandwidth pada 286 titik layanan Akses Internet yang beroperasi di wilayah terdampak dan terhubung melalui satelit Satria-1. Rinciannya mencakup 106 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 132 titik di Kabupaten Kepulauan Talaud, dan 48 titik di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Kapasitas internet di lokasi-lokasi tersebut ditingkatkan menjadi 50 Mbps, 100 Mbps, hingga 150 Mbps, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing titik.

Layanan Akses Internet Bakti ini tersebar di berbagai fasilitas publik, termasuk kantor pemerintahan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas pertahanan dan keamanan. Selama masa restorasi, masyarakat dapat memanfaatkan titik-titik layanan ini untuk tetap mengakses layanan telekomunikasi dan internet. Selain peningkatan kapasitas, tim teknis juga secara berkala memantau pengalaman pengguna (user experience) untuk memastikan layanan seperti browsing dan komunikasi digital tetap berjalan optimal.

Kerusakan Akibat Aktivitas Gempa

Investigasi teknis menunjukkan bahwa anomali pada kabel laut Palapa Ring Tengah terjadi menyusul serangkaian aktivitas gempa bumi di kawasan Melonguane-Morotai. Salah satunya adalah gempa bermagnitudo 5,7 yang tercatat pada 26 Mei 2026. Kerusakan terdeteksi berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 3.400 meter, atau berjarak kurang lebih 95 kilometer dari Terminal Station Morotai.

Lokasi kerusakan yang berada di laut dalam mengharuskan penggunaan kapal khusus yang memiliki kapabilitas untuk melakukan pemasangan dan penyambungan kabel bawah laut di kedalaman ekstrem. Dalam sebuah rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Bakti, Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio, PT Len Telekomunikasi Indonesia, PT Surveyor Indonesia, operator telekomunikasi, serta pemangku kepentingan lainnya, telah disepakati pembaruan jadwal pekerjaan (Plan of Work).

Sesuai rencana, kapal perbaikan dijadwalkan berangkat dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026, setelah seluruh proses administrasi dan perizinan pelayaran selesai. Selama tahapan penyambungan kabel, diperkirakan akan ada periode kritis layanan yang berlangsung selama kurang lebih 12 hari. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jaringan Palapa Ring Tengah ditargetkan kembali beroperasi penuh (Ready for Service) pada 11 Agustus 2026.

Bakti menyatakan komitmennya untuk terus menyampaikan perkembangan restorasi secara berkala melalui kanal komunikasi resmi. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan operator telekomunikasi akan terus diperkuat guna memastikan proses perbaikan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.