Jurnal Indonesia — Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memulai revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanggirejo, yang berlokasi di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Langkah ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, meskipun ia menekankan pentingnya respons pemerintah yang tidak harus menunggu isu menjadi viral.
Lalu Hadrian menyatakan apresiasinya atas kecepatan respons Kemendikdasmen dalam menangani revitalisasi SDN Tanggirejo setelah persoalan tersebut menjadi perhatian publik. “Kami tentu mengapresiasi langkah cepat Kemendikdasmen yang segera melakukan revitalisasi SDN Tanggirejo setelah persoalan ini menjadi perhatian publik,” ujar Lalu saat dihubungi, Minggu (26/7/2026).
Namun, Lalu mengingatkan bahwa pemerintah seharusnya tidak bergantung pada isu viral untuk segera bertindak. Keselamatan siswa dan tenaga pendidik merupakan prioritas yang tidak boleh ditunda hingga isu tersebut menjadi tren di media sosial. “Namun, yang lebih penting adalah memastikan bahwa respons pemerintah tidak bergantung pada sesuatu yang viral. Keselamatan peserta didik dan guru tidak boleh menunggu tekanan media sosial,” tegasnya.
Menurut Lalu, program revitalisasi sekolah adalah langkah strategis. Namun, kasus SDN Tanggirejo menunjukkan adanya celah dalam pendataan dan penentuan prioritas sekolah yang membutuhkan perbaikan. Ia mendorong Kemendikdasmen untuk memperkuat sistem pemetaan kondisi sekolah dengan melibatkan pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan satuan pendidikan. Tujuannya agar sekolah dengan tingkat kerusakan berat dapat teridentifikasi dan ditangani berdasarkan urgensi, bukan semata-mata karena sorotan publik.
Komisi X DPR, lanjut Lalu, akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan program revitalisasi berjalan tepat sasaran, transparan, dan menjangkau sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan. “Setiap anak Indonesia berhak belajar di lingkungan yang aman, layak, dan bermartabat, di mana pun mereka berada,” imbuhnya.
SDN Tanggirejo Mulai Direvitalisasi
Revitalisasi SDN Tanggirejo, yang mengalami kerusakan pada sejumlah bangunannya, mulai dilaksanakan pada Sabtu (25/7). Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas respons cepatnya.
“Alhamdulillahirobbilalamin, hari ini pembangunan SDN Tanggirejo sudah mulai dilaksanakan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintah yang telah merespons kondisi sekolah kami dengan cepat,” ujar Juwariyah dalam keterangannya, Sabtu (25/7).
Kerusakan atap di beberapa ruangan sebelumnya memaksa pihak sekolah mengatur ulang kegiatan belajar mengajar. Sejumlah kelas digunakan secara bergantian, sementara musala dimanfaatkan sebagai ruang kelas sementara. Juwariyah berharap revitalisasi dapat segera rampung agar siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.
“Selama ini kami berupaya agar kegiatan belajar tetap berjalan di tengah keterbatasan ruangan. Dengan dimulainya pembangunan ini, kami berharap anak-anak nantinya dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan lebih bersemangat,” ungkapnya.
Juwariyah menambahkan bahwa Tim Sekretariat Presiden bersama Sekretariat Kabinet telah meninjau kondisi sekolah dan berkoordinasi sejak Jumat (24/7). “Kami bersyukur penanganannya dilakukan dengan cepat dan hari ini pekerjaannya sudah dimulai,” tuturnya.
Revitalisasi ini mencakup perbaikan ruang kelas, perpustakaan, pintu dan jendela yang rusak, lantai, plafon, musala, sanitasi, suplai air toilet, hingga penataan drainase dan lingkungan sekolah. Juwariyah memastikan sekolah akan mendukung penuh pelaksanaan pembangunan agar berjalan lancar dan fasilitas belajar menjadi lebih baik.
“Ini merupakan kabar yang sangat membahagiakan bagi anak-anak, guru, dan orang tua. Semoga pembangunannya berjalan lancar dan sekolah kami dapat menjadi tempat belajar yang lebih aman serta nyaman bagi seluruh siswa,” pungkas Juwariyah.
Ikuti Jurnal Indonesia
