— BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas generasi muda. Salah satu target utama yang dicanangkan adalah penurunan signifikan tingkat pengangguran di kalangan pemuda pada tahun 2029.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas pendidikan para pemuda. Upaya ini merupakan bagian krusial dalam mewujudkan visi ‘Jabar Istimewa’. Pernyataan tersebut disampaikan Herman saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XVI Pemuda/KNPI Jawa Barat Tahun 2026 di Grand Asrilia Hotel Convention & Restaurant, Kota Bandung, belum lama ini.

“Peningkatan kualitas pemuda harus menjadi perhatian serius, terutama dalam aspek pendidikan dan kesejahteraan,” ujar Herman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/8/2026). Ia menekankan bahwa pencapaian target ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah dan berbagai organisasi kepemudaan, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat.

Herman berharap forum Musda KNPI Jabar dapat menjadi wadah strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret dan memperkuat peran pemuda dalam mengakselerasi terwujudnya Jabar Istimewa. Dalam kesempatan yang sama, ia juga memaparkan kondisi pembangunan pemuda di Jawa Barat.

Saat ini, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Barat tercatat berada di angka 62,96. Herman menilai angka tersebut masih perlu ditingkatkan secara substansial. Ia secara khusus menantang agar IPP Jawa Barat dapat menyentuh angka minimal 90 pada tahun 2029, sebagai bagian integral dari upaya mewujudkan visi provinsi yang istimewa.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat dan aktivitas kepemudaan tidak hanya diukur dari sisi keorganisasian, tetapi juga harus tercermin dari peningkatan kualitas kehidupan para pemuda secara keseluruhan. Herman menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mendorong pembangunan pemuda.

Peran aktif masyarakat dan organisasi kepemudaan seperti KNPI dinilai sangat vital dalam mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan. “Pemerintah tanpa masyarakat, pemerintah tanpa pemuda tidak ada apa-apanya,” tegas Herman.

Oleh karena itu, Herman mendorong agar kepemimpinan KNPI Jawa Barat ke depan memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan membangun organisasi dalam lingkungan yang kompetitif. Ia berharap kepengurusan baru KNPI dapat mengambil peran strategis dalam meningkatkan kualitas pemuda di Jawa Barat. “Kepemimpinan KNPI berikutnya harus berani bertaruh,” tutupnya.