Jurnal Indonesia — JAKARTA – Sekretaris Utama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bimo Adi Nursanthyasto, menyatakan keterkejutannya atas berpulangnya Juru Bicara OIKN, Troy Harold Yohanes Pantouw. Troy ditemukan meninggal dunia di rusun ASN Nusantara.
Bimo mengaku tidak menyangka atas kejadian tersebut, mengingat kondisi Troy yang tampak sehat beberapa hari terakhir. “Sebetulnya beberapa hari ke belakang ini, kita semua sebetulnya dalam kondisi yang sehat. Tidak ada namanya sakit yang akut. Tapi paling tidak kita ini ada semacam flu, ya. Flu tapi tidak begitu akut, ya. Dan ini sepertinya kami juga kaget juga gitu dengan kejadian seperti ini,” ujar Bimo saat ditemui di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).
Ia menambahkan, komunikasi terakhirnya dengan Troy terjadi pada Jumat (24/7) lalu, saat intensif melakukan persiapan kegiatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di IKN. Menurut Bimo, Troy tampak dalam kondisi baik dan tidak mengeluhkan apa pun.
Atas nama keluarga besar Otorita IKN, Bimo menyampaikan duka cita mendalam. Ia mengenang Troy sebagai salah satu putra terbaik di Otorita IKN. “Pada hari ini kami keluarga besar Otorita Ibu Kota Nusantara berduka cita atas, kami kehilangan putra terbaik kami selaku Juru Bicara di Otorita IKN, Staf Khusus Kepala Otorita IKN bidang Komunikasi Publik, Bapak Troy Pantouw. Kami benar-benar sangat terpukul dengan apa yang terjadi. Dan ini sudah merupakan bagian dari catatan yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta, gitu,” tuturnya.
Troy Pantouw sebelumnya diberitakan meninggal dunia pada Sabtu (25/7). Ia ditemukan tidak bernyawa di kamar huniannya di rusun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara. Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, mengonfirmasi bahwa Troy meninggal dunia karena penyebab alami.
Pemeriksaan dari rumah sakit setempat menyatakan Troy meninggal pada Sabtu (25/7) pukul 14.25 Wita. “Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita dan segera diperiksa oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami,” kata Thomas, Minggu (26/7).
Ikuti Jurnal Indonesia
