Jurnal Indonesia — JAKARTA – Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menyuarakan keprihatinan mendalam atas kasus Febiona Purba (16), seorang siswi SMK swasta di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Febiona dilaporkan mengalami gangguan ingatan yang serius setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saan menekankan bahwa kondisi Febiona, yang berdampak pada fungsi ingatan, merupakan persoalan yang sangat serius dan berisiko kronis. Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) serta pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan preventif guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
“Kalau yang ini kan sudah berisiko karena kehilangan ingatan, masuk dalam penyakit-penyakit yang memang apa, dampaknya sangat kronis kan begitu,” ujar Saan kepada wartawan di Kompleks DPR/MPR, Rabu (9/9/2026).
Sebagai politisi dari Fraksi Nasdem, Saan mengimbau BGN untuk meningkatkan keseriusan dalam pelaksanaan program MBG, terutama menyusul adanya kasus yang membahayakan kesehatan siswa. Ia menilai diperlukan langkah yang lebih tegas untuk menghentikan kasus keracunan yang terjadi dalam program MBG.
“Baik pemerintah daerah, terutama juga dari BGN memang untuk apa, mengambil tindakan yang lebih cepat dan lebih serius lagi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saan meminta pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan Febiona serta siswa lain yang menjadi korban keracunan MBG ditanggung sepenuhnya. Ia berharap agar semua korban dapat segera pulih dan menerima penanganan medis yang optimal.
“Soal pembiayaan untuk pemulihan kesehatan apa, anak tersebut juga perlu diperhatikan, ditanggung, secara sungguh-sungguh juga,” kata Saan. Menurutnya, perhatian terhadap pembiayaan pemulihan kesehatan merupakan aspek krusial dalam penanganan kasus ini, khususnya bagi siswa yang terdampak secara kesehatan pasca mengonsumsi hidangan dari program MBG.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.