— SMAN 12 Ambon dipastikan akan mewakili Provinsi Maluku dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat nasional setelah berhasil meraih Juara I pada kompetisi serupa di tingkat provinsi. Prestasi ini diraih setelah tim SMAN 12 Ambon menunjukkan performa terbaiknya dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI.

Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi MPR RI, Wachid Nugroho, yang juga menjabat sebagai anggota dewan juri, mengapresiasi antusiasme dan kemampuan para peserta. Ia menekankan bahwa seluruh peserta, termasuk yang berhasil masuk final, telah menunjukkan pemahaman mendalam terhadap Empat Pilar MPR RI.

“Alhamdulillah, kita sudah sampai pada titik ini. Ini adalah sebuah perlombaan yang luar biasa. Adik-adik, baik yang masuk final maupun yang sejak pagi mengikuti perlombaan, sudah benar-benar mampu mengimplementasikan Empat Pilar MPR RI dengan sangat baik,” ujar Wachid Nugroho pada Minggu (26/7/2026).

Wachid juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, terutama kepada para guru pembimbing dan sekolah yang telah memfasilitasi generasi muda untuk mendalami nilai-nilai kebangsaan.

“Terima kasih dari MPR. Adik-adik sudah belajar luar biasa. Terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu Guru Pembimbing yang sudah membimbing adik-adik sebagai generasi kita ke depan,” tambahnya.

Ia berharap kontingen dari Maluku dapat melanjutkan tren positif ini hingga ke tingkat nasional. Wachid optimistis perwakilan Maluku memiliki potensi besar untuk meraih hasil membanggakan pada babak final yang akan diselenggarakan di Jakarta.

Dalam kompetisi tingkat Provinsi Maluku, Grup A dari SMAN 12 Ambon keluar sebagai juara pertama dengan total 150 poin. Juara kedua diraih Grup C dari SMAN 3 Kepulauan Aru dengan 55 poin dan bobot nilai 19, disusul Grup B dari MAN Ambon di posisi ketiga dengan 55 poin dan bobot nilai 15.

Dewan juri babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Maluku juga terdiri dari dua juri daerah, yakni Andreas M. D. Ratuanak dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Pattimura, serta Julista Mustamu dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Pattimura.

Guru Pendamping SMAN 12 Ambon, Max Henry Lesiholo, mengungkapkan bahwa kesuksesan timnya merupakan hasil dari persiapan matang yang telah dilakukan selama kurang lebih lima bulan melalui kegiatan ekstrakurikuler rutin.

“Kami menjadikan kegiatan ini sebagai ekstrakurikuler sehingga latihan dapat dilakukan secara rutin. Selama kurang lebih lima bulan, anak-anak berlatih setiap hari, mulai pagi hingga sore, untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan,” jelasnya.

Menurut Max, tantangan utama dalam persiapan adalah menjaga kebugaran fisik para peserta akibat intensitas latihan yang tinggi. Namun, komitmen tim untuk memberikan penampilan terbaik tetap terjaga.

“Tantangan kami selama latihan adalah menjaga kesehatan anak-anak karena intensitas latihan cukup tinggi. Namun, kami terus berusaha agar mereka dapat tampil maksimal pada setiap perlombaan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kemenangan di tingkat provinsi bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan demi menghadapi persaingan di tingkat nasional.

“Ini bukan akhir dari perjalanan kami. Kami akan terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan berharap dapat memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional,” katanya.

Juan Letelay, salah satu perwakilan siswa dari tim juara, menambahkan bahwa proses latihan berjalan sangat disiplin dan menuntut kerja keras dari seluruh anggota tim.

“Sistem latihan kami sangat ketat dan rinci. Hampir setiap hari kami berlatih dari pagi hingga malam. Prosesnya memang berat, tetapi semua itu menjadi bagian dari perjalanan untuk meraih prestasi,” ungkap Juan.

Ia mengakui bahwa membangun mental bertanding menjadi tantangan terbesar, terutama saat harus berhadapan dengan sekolah-sekolah unggulan dari berbagai daerah di Maluku.

“Tantangan terbesar kami adalah mental. Awalnya kami merasa lawan-lawan yang dihadapi lebih unggul. Namun, melalui latihan yang panjang dan kerja keras, serta penyertaan Tuhan, kami akhirnya bisa meraih juara pertama,” ujarnya.

Juan berharap kesuksesan ini menjadi bukti nyata bahwa pelajar Maluku mampu bersaing dan meraih prestasi di kancah nasional.

“Harapan kami adalah memberikan hasil terbaik di tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Maluku. Kami ingin membuktikan bahwa siswa-siswa Maluku mampu berprestasi dan bersaing di tingkat nasional,” tutupnya.