Jurnal Indonesia — Purwakarta – Sumarno (43), seorang petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Ia dikenal di lingkungan sekitarnya sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi, sementara di mata keluarganya, Sumarno adalah ayah yang hangat dan penuh perhatian.
Meskipun disibukkan dengan rutinitas pekerjaannya, Sumarno tak pernah lalai dalam tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Ia senantiasa memastikan anak-anaknya berangkat sekolah dengan selamat, sebuah bukti nyata dari rasa tanggung jawabnya yang tak pernah luntur oleh rasa lelah.
“Salah satu contoh ia tanggungjawab ke anak dan istri, ia rutin mengantarkan anaknya sekolah,” kata Usep (53), kakak ipar korban, saat ditemui di rumah duka, Selasa (28/7/2027).
Kepergian Sumarno tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga bagi warga Desa Kembang Kuning. Di balik seragam petugas keamanan Perum Jasa Tirta (PJT) II yang dikenakannya, Sumarno adalah sosok yang dipercaya oleh banyak pihak.
Selain bertugas menjaga objek vital nasional, ia juga aktif berkontribusi di desanya sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). Kepercayaan besar dari pihak perusahaan maupun pemerintah desa melekat pada dirinya.
“Setahu saya almarhum orang baik. Selain satpam PJT II, dia juga Linmas desa. Ada kepercayaan besar dari pihak perusahaan maupun pemerintah desa,” ujar Usep.
Menanggapi kondisi korban yang ditemukan terborgol pada Jumat (24/7) lalu, pihak keluarga menyatakan sikap untuk tidak berspekulasi. Mereka sepenuhnya mempercayakan proses hukum yang sedang berjalan kepada pihak kepolisian.
“Kami percayakan kepada pihak berwajib. Harapan keluarga hanya satu, semoga kasus ini cepat terungkap,” tegasnya.
Fokus utama keluarga saat ini adalah memberikan dukungan moral kepada istri dan kedua anak almarhum yang masih berduka. Di tengah suasana kesedihan, keluarga mengapresiasi perhatian yang diberikan, termasuk rencana bantuan beasiswa untuk pendidikan anak-anak Sumarno.
Keluarga Sumarno memilih untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat berwenang.
“Itu kewenangan aparat. Saya lebih fokus mendampingi istri almarhum dan keluarga agar tetap tabah,” tuturnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.