Jurnal Indonesia — Sutrimo ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Jakarta Selatan. Jenazah almarhum kemudian dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya yang berada di Banyumas, Jawa Tengah.
Menurut keterangan warga, Sutrimo sempat kembali ke rumahnya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, sekitar seminggu sebelum peristiwa penemuan dirinya tak sadarkan diri. Ia telah lama merantau di Jakarta.
“Perantauan sudah lama. Itu tapi seminggu sebelum kejadian sempat pulang. Saya lihat pulangnya, tapi tidak lihat berangkatnya lagi. Sekitar seminggu sebelum kejadian,” ujar salah satu tetangga Sutrimo yang enggan disebutkan namanya saat ditemui awak media.
Tetangganya baru mengetahui Sutrimo kembali ke Jakarta setelah mendengar kabar duka mengenai kematiannya. Jenazah Sutrimo dilaporkan tiba di Banyumas menggunakan ambulans sekitar pukul 22.00 WIB.
Setelah disalatkan, jenazah langsung dimakamkan di pemakaman yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah duka. Hampir seluruh warga kampung disebut turut serta dalam prosesi pemakaman tersebut. Salah seorang warga yang hadir menuturkan, “Orang sini tahunya meninggal pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIB. Sampai sini (jenazahnya) jam 10 malam langsung dimakamin. Orang sini ya hampir ikut makamin semua. Saya sampai rumah juga jam setengah 1-an.”
Warga tersebut mengaku mengenal Sutrimo, namun tidak secara pribadi karena almarhum sudah lama tidak berada di kampung halamannya. “Saya kenal tidak kenal orangnya jarang di rumah. Tapi tahu, paham. Umurnya sekitar 40 lebih dikit kalau saya 36 tahun,” terangnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.