— Jakarta – Puncak penghargaan Hoegeng Awards 2026 akan diselenggarakan pada Jumat, 31 Juli mendatang. Dalam acara tersebut, satu sosok polisi teladan akan diumumkan sebagai penerima penghargaan kategori Polisi Berdedikasi.

Malam penganugerahan Hoegeng Awards 2026 dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan. Acara ini akan disiarkan langsung dan turut dimeriahkan oleh penampilan penyanyi Pongki Barata. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Chairman of CT Corp Chairul Tanjung dijadwalkan hadir, bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara.

Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 telah memilih tiga kandidat utama untuk penghargaan Polisi Berdedikasi. Ketiga nama tersebut adalah Aiptu Dafit Rico Dermawan, Brigpol Kamaludin, dan Kombes Eko Budhi Purwono. Dewan pakar yang bertugas terdiri dari Alissa Qotrunnada Wahid, Putu Elvina, Mas Achmad Santosa, Gufron Mabruri, dan Habiburokhman.

Profil Kandidat Polisi Berdedikasi Hoegeng Awards 2026

1. Aiptu Dafit Rico Dermawan

Aiptu Dafit Rico Dermawan, yang akrab disapa David Wewe, adalah Ketua Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang, Polda Sumatera Barat. Ia dikenal luas karena aksi penyamarannya dalam menangkap pelaku kejahatan. Dengan dedikasi lebih dari 24 tahun sebagai buser, David memimpin Tim Klewang sejak 2021 dan kerap mengunggah video penangkapan ke media sosial sebagai bentuk transparansi.

Sari Lenggogeni, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, menggambarkan David Wewe sebagai sosok polisi yang responsif dan cepat menanggapi laporan masyarakat. “Tapi memang dedikasi ya, kalau dia memang tuntas mencarinya. Sesuai dengan SOP, kalau ada laporan, ada apa, ada apa. Misalnya, hal-hal viral ‘Nih, ada yang pemalakan, segala macam’. Nah, kalau ada laporan kan orang pada take, @David Wewe, David Wewe. pasti dia lakukan. Berarti respons cepat beliau,” ujar Sari.

Bagi David Wewe, menjadi anggota kepolisian berarti memberikan pelayanan terbaik dan segera menindaklanjuti laporan masyarakat. “Masalah kita melayani masyarakat dulu. Jadi, saya selalu menerima apapun itu laporan dari masyarakat. Apakah dia curhat di posko atau sekecil apapun masalah kita terima dulu. Kira berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita utamakan untuk dedikasi kita dari kepolisian dulu,” jelasnya.

2. Brigpol Kamaludin

Brigpol Kamaludin berperan penting dalam upaya mengatasi pengangguran dan meningkatkan perekonomian warga di Desa Sermong, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebagai Bhabinkamtibmas, Kamaludin aktif memberikan bantuan bibit ternak dan pertanian kepada warga sejak tahun 2021. Program ini telah membantu lebih dari 200 warga yang sebelumnya menganggur kini mampu menghasilkan jutaan rupiah per bulan.

Salah satu warga yang terbantu, Bambang Akbar, menceritakan bahwa pada tahun 2022 ia masih menganggur dan tidak memiliki kendaraan. Berkat bantuan Brigpol Kamaludin, usahanya kini berkembang pesat. “Saya kan dulu motor aja ndak punya, cuma pengangguran, tiap hari, duduk, tidur, kaum rebahanlah istilahnya. Tapi sekarang berkat Pak Kamal, usaha saya ayam pedaging, bebek pedaging, terus usaha holti, cabai, padi, jagung,” kata Bambang.

Brigpol Kamaludin menyatakan tujuannya adalah meningkatkan perekonomian warga melalui pemberian bibit gratis. “Peternak itu yang saya support 226 orang. Kalau petani itu 120 orang dari petani baik sayur, kunyit, terus jagung, itu yang saya bantu. Kalau UMKM baru 11 orang. Perputaran ekonominya kisaran di Rp 30-40 juta untuk per bulannya,” ungkap Kamaludin.

3. Kombes Eko Budhi Purwono

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Riau, Kombes Pol Eko Budhi Purwono, mengembangkan program Green Policing untuk pembinaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Program ini menggabungkan penegakan hukum, edukasi, dan pelatihan agar masyarakat tidak bergantung pada hutan.

“Niat Green Policing adalah kembali menghijaukan, tetapi kebesertaan kebersamaan masyarakat untuk menjaga itu, tidak paham kalau kita bicara saja, tapi mereka harus kita masuk melalui memperkenalkan dan kebersamaan bersama pemerintah, sehingga mereka menjadi agen betul, untuk dirinya dan masyarakat sekitarnya, ‘nggak usah lagi, Bang, udah menjadi paru-paru dunia yang Indonesia punya’,” ujar Kombes Eko.

Salah satu area fokus program ini adalah desa di tengah hutan Kampar Kiri Hulu. Sebanyak 60 pemuda setempat telah mengikuti pelatihan Satpam dan beberapa di antaranya sudah mendapatkan pekerjaan. Dody Rasyid Amin, seorang penggerak lingkungan di Riau, menjelaskan bahwa banyak pemuda di sana terpaksa melakukan ilegal logging karena keterbatasan akses pendidikan dan peluang kerja. “Tempat saya ini suaka margasatwa, jadi ada 10 desa dalam kawasan hutan, nggak punya listrik, nggak punya jalan, nggak punya internet, jadi memang anak-anak di sini kesempatan untuk sekolah itu terbatas. Mendapat peluang kerja layak itu terbatas, itu banyak yang ilegal logging, mengambil hutanlah kan,” kata Dody.