Jurnal Indonesia — TANGERANG SELATAN – Jajaran kepolisian berhasil meringkus tiga orang pelaku yang diduga melakukan modus operandi ganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Rumah Sakit Buah Hati, Pamulang, Tangerang Selatan. Ketiga pelaku tersebut berinisial AN, IRA, dan MH.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa para pelaku melancarkan aksinya dengan cara mengganjal mesin ATM. Tujuannya adalah agar kartu ATM milik korban tidak dapat dikeluarkan setelah transaksi. Saat korban mengalami kesulitan, pelaku kemudian berpura-pura menawarkan bantuan dengan maksud untuk menguasai kartu ATM korban.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat bertransaksi di mesin ATM,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).
Dari lokasi kejadian, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk dua unit sepeda motor, satu kartu ATM BCA, dua bilah pisau, dan barang bukti lainnya yang terkait dengan aksi kejahatan tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika menemukan modus operandi serupa.
“Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau mengalami kendala yang tidak biasa, segera laporkan kepada petugas di lokasi, kantor kepolisian terdekat, atau melalui layanan Kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sebelumnya, Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengungkapkan bahwa para pelaku memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya. Ada yang bertugas mengganjal mesin ATM di dalam gerai, ada yang menawarkan bantuan kepada nasabah yang hendak menarik uang, dan ada pula yang bertugas memantau situasi di bagian depan. Para pelaku dilaporkan juga beraksi dengan membawa senjata tajam.
“Ada yang berperan sebagai pengganjal di dalam gerai tersebut, ada yang menawarkan bantuan kepada warga yang akan mengambil uang, dan ada yang bertugas memantau di depan,” ujar Galuh, Kamis (30/7/2026).
Aksi kejar-kejaran antara warga dan pelaku sempat terekam dalam video yang viral di media sosial. Dalam salah satu video, tampak pelaku dikejar oleh warga setelah upaya kejahatan mereka gagal. Bahkan, salah seorang warga terlihat menendang pelaku hingga terjatuh.
Video lain menunjukkan para pelaku sudah dalam kondisi terikat setelah berhasil diamankan. Mereka kemudian dibawa oleh pihak kepolisian. Tindakan tegas terukur berupa tembakan terpaksa dilayangkan oleh polisi karena pelaku melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap.
“Saat penangkapan tersebut pelaku sempat melawan dan mencoba melarikan diri, sehingga kami mengambil tindakan tegas terukur,” tegas Galuh.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.